Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Korsel akan geser Jepang sebagai pasar ekspor utama Indonesia

Korsel akan geser Jepang sebagai pasar ekspor utama Indonesia

Merdeka.com - HSBC Global Head Of Trade & Receivables Finance James Emmet mengatakan bahwa peran pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur dan jaringan komunikasi saat ini harus menjadi fokus. Ini demi mendukung peningkatan perekonomian Indonesia pada 2030 mendatang.

"Sistem pelayaran yang telah maju di Asia pada 20 tahun mendatang akan menjadi faktor pendorong bagi kinerja ekspor dan impor bagi negara-negara di Asia, khususnya Indonesia," ujarnya saat acara HSBC Global Connections di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (22/5).

Menurutnya, tahun lalu Jepang dan China menjadi negara tujuan utama ekspor Indonesia. Namun, di 2030 mendatang seiring dengan peningkatan ekonomi di China, India dan Korea Selatan maka ketiga negara ini akan menggantikan posisi Jepang sebagai negara tujuan utama ekspor Indonesia.

"Contohnya saja produk barang tambang, khususnya minyak sawit mentah dan karet diharapkan berkontribusi 20 persen pada kenaikan ekspor Indonesia pada 2030. Sedangkan sektor seperti tekstil, industri hasil hutan dan lemak nabati dan hewani akan menjadi sektor yang berkontribusi 10 persen," jelas dia.

Di sisi lain, Indonesia dengan jumlah populasi terbesar keempat dunia akan membuat kinerja impornya mengalami kenaikan secara signifikan. Khususnya yang terkait dengan bahan baku untuk pembangunan infrastruktur dan barang konsumsi untuk pasar domestik.

"Selama ini Vietnam dan India akan menjadi negara dengan pertumbuhan importir bagi Indonesia yang tercepat. Sudah saatnya, pemerintah Indonesia untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya di sektor transportasi dan jaringan komunikasi," ungkapnya.

Menurutnya, sektor industri dan perlengkapannya akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan impor Indonesia dalam 20 tahun mendatang sampai 2030.

Dengan demikian, dia mengharapkan harus ada fasilitas untuk mendukung peningkatan ekspor dan impor tersebut. Hal tersebut harus ditekankan pada moda transportasi yang dapat dilakukan dalam jumlah besar.

"Sampai dengan saat ini transportasi melalui jalur laut menjadi sarana transportasi utama untuk pengiriman barang dalam jumlah besar," tutup dia. (mdk/bmo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP