Kontribusi sektor industri terhadap PDB capai 17,82 persen
Merdeka.com - Kementerian Perindustrian telah menyelesaikan beberapa program prioritas yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) tahun 2015-2019. Pada Triwulan III-2016, kontribusi sektor industri pengolahan mencapai 19,9 persen terhadap PDB nasional.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan sektor industri pengolahan terdiri dari industri pengolahan non migas sebesar 17,82 persen dan industri pengolahan batubara dan pengilangan migas sebesar 2,08 persen.
"Pertumbuhan industri ini ditopang oleh pertumbuhan masing-masing subsektor industri. Tercatat, ada 4 subsektor industri yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB sektor industri non migas yaitu industri makanan dan minuman sebesar 33,61 persen, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik sebesar 10,68 persen, industri alat angkutan sebesar 10,35 persen, serta industri kimia, farmasi dan obat tradisional sebesar 10,05 persen," jelas Airlangga di kantornya, Jakarta, Kamis (22/12)
Dari sisi ekspor, pada periode Januari-November 2016 industri pengolahan non migas membukukan nilai sebesar USD 99,65 miliar, atau memberikan kontribusi 76,3 persen terhadap ekspor nasional yang sebesar USD 130,65 miliar. Kontribusi tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 72,18 persen.
"Untuk nilai impor industri pengolahan non migas sebesar USD 97,98 miliar, pada Januari-November 2016 terdapat surplus neraca perdagangan sektor industri sebesar USD 1,67 miliar," jelasnya.
Sementara, investasi sektor industri juga menjadi motor pertumbuhan. Pada periode Januari-September 2016, investasi PMDN sektor industri mencapai Rp 75,41 triliun, atau naik 19,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan, investasi PMA sektor industri mencapai USD 13,09 miliar atau naik 53,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah tenaga kerja yang bergerak di sektor industri juga mengalami peningkatan, yaitu sebesar 15,54 juta orang per Agustus 2016 atau terdapat peningkatan sebesar 1,87 persen dibandingkan periode Agustus 2015 lalu.
"Ini dapat dilihat dari kelompok industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika sebanyak 327 unit, dengan nilai investasi Rp 72,86 triliun dan menyerap tenaga kerja 226.000 orang. Kemudian untuk kelompok industri agro sebanyak 415 unit, dengan nilai investasi Rp 65,93 triliun dan menyerap tenaga kerja 74.000 orang, serta kelompok industri kimia, tekstil dan aneka sebanyak 486 unit, dengan nilai investasi Rp 89,20 triliun dan menyerap tenaga kerja 262.000 orang," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya