Kontraktor PLTU Cirebon tepis tudingan tak tepati janji

Reporter : Saugy Riyandi | Kamis, 18 Oktober 2012 12:16




Kontraktor PLTU Cirebon tepis tudingan tak tepati janji
pembangkit listrik. merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, pemerintah menuding pihak investor berada di balik molornya realisasi proyek pembangkit listrik 10.000 MW tahap I. Investor atau pihak swasta dinilai lamban dalam penyelesaian proyek.

Cirebon Electric Power (CEP) menepis tudingan tersebut. CEP mengklaim pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon unit 1 berkapasitas 660 Mw tidak berjalan molor. Alasannya, dalam kontrak yang ditandatangi dengan PT PLN (Persero), PLTU Cirebon harus beroperasi sebelum Maret 2013.

"Memang kami diberikan target Oktober tahun lalu, tetapi dalam kontrak dengan PLN, Maret 2013 sudah harus beroperasi jadi kita tidak terlambat," ujar Komisaris CEP Amir Subekti kepada wartawan di Hotel Santika, Cirebon, Kamis (18/10)

Amir menegaskan PLTU Cirebon ini memiliki perjanjian jual beli listrik dengan PLN selama 30 tahun. Harga listrik yang dijual dari PLTU ini sebesar USD 4,43 sen per kwh. "PLTU ini juga merupakan Grid Jawa-Bali," tegasnya.

CEP menyebutkan, pembangunan PLTU Cirebon unit 1 berkapasitas 660 Mw ini menghabiskan biaya USD 850 juta. Cirebon Electrik Power (CEP) tersebut didanai oleh Japan Bank International Coorperation dan Korea Eksport Import.

Sebelumnya, lambatnya realisasi proyek pembangunan pembangkit tenaga listrik 10.000 Megawatt tahap I harus menjadi pelajaran. Ada catatan tersendiri dari lambannya proyek tersebut, termasuk dari sisi kontraktor yang mengerjakan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan Kementerian energi dan sumber daya mineral (ESDM) untuk lebih teliti memilih kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Presiden mengungkapkan kekecewaannya atas investor yang tidak tepat janji.

Tahun ini, PLTU yang siap harusnya sudah beroperasi diantaranya Pelabuhan Ratu berkapasitas 700 MW, Jatim 630 MW, Paiton 660 MW, Aceh 220 MW, Kepulauan Riau 14 MW, Tarahan Baru 200 MW, Sumatera Barat 224 MW, Bangka Belitung 360 MW, Bangka Belitung 4 sebesar 165 MW, Kalimantan Selatan 130 MW, Bima 20 MW, Ende 14 MW, Kupang 33 MW, Amurang 50 MW, Kendari 20 MW, Sulawesi Selatan 100 MW, Tidore 14 MW, Papua 20 MW dan Ambon 15 MW.

Sedangkan pada 2013, PLTU yang harus siap beroperasi antara lain PLTU Pelabuhan Ratu Unit 3 berkapasitas 350 MW, Jatim unit 3 sebesar 700 MW, Sumatera Utara unit 2 berkapasitas 440 MW, Riau 20 MW, Babel unit 4 berkapasitas 16,5 MW, Kalimantan Barat 100 MW, Bengkayang 55 MW, Kalimantan Timur 220 MW, Kalimantan Tengah 120 MW, Lombok 50 MW dan Ambon 15 MW. Pada 2014, PLTU yang akan beroperasi antara lain PLTU Adipala 660 MW dan Riau 220 MW.

[noe]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# PLTU

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • 7 Jam diperiksa, pendiri Demokrat dicecar gratifikasi Sutan
  • Sakit hati, ayah umur 80 tahun gorok putrinya hingga tewas
  • Pendiri Demokrat kecewa terlibat perkara Sutan Bhatoegana
  • Pulang kampung ke Solo, Jokowi makan bakmi langganannya
  • Menteri Anies akui marak praktik korupsi di dunia pendidikan
  • Ini kata Ahok soal ancaman PDIP jika tak pilih Boy Sadikin
  • Ditolak banyak rumah sakit di Jakarta, bayi Abbi meninggal dunia
  • Sandy Tumiwa Temukan Pasangan Baru di Dunia Yang Seperti Penjara
  • Jaksa Agung sebut Jokowi tidak akan beri grasi bandar narkoba
  • Izin usaha kantor yang tak bayar pajak via online akan dicabut
  • SHOW MORE