Konsumsi listrik Indonesia lebih rendah dari Malaysia dan Singapura
Merdeka.com - Dari data Kementerian ESDM, rata-rata konsumsi listrik per kapita Indonesia 800 kilowatt jam (kWh) per tahun. Sementara di Malaysia tercatat rata-rata 2.500 kWh per tahun.
"Konsumsi listrik per kapita Indonesia memang lebih rendah ketimbang Malaysia, dan Singapura yang bisa 10 kali lipat dengan kita," ujar Menteri ESDM Sudirman Said dalam diskusi 'Energi kita' yang digelar merdeka.com, RRI, IKN, IJTI dan Sewatama di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (30/8).
Menurutnya, kondisi ini sesungguhnya menggambarkan bahwa Indonesia masih kekurangan energi. Masih banyak rakyat di pelosok daerah di Indonesia yang belum dapat menikmati listrik. Terutama di daerah-daerah terpencil.
Secara nasional, rasio elektrifikasi baru mencapai 87 persen. Dari data itu Sudirman menegaskan, belum semua daerah mendapat akses listrik. Karena itu konsumsi listrik nasional tertinggal dari malaysia dan negara lain. Program listrik 35.000 MW diyakini sebagai solusi meningkatkan rasio elektrifikasi dan konsumsi listrik nasional.
"35.000 bukan target yang ringan tapi itu kebutuhan karena 87 persen elektrifikasi, bagi yang betul-betul gelap mendapatkan kebahagiaan luar biasa," jelas dia.
Mantan Dirut PT Pindad ini lantas membanggakan prestasi pemerintah mengaliri listrik ke pulau terdepan sebagai kado ulang tahun Indonesia ke 70 kemarin.
"Ada 50 pulau terdepan sudah ada listrik membangun titik keluar tidak mudah, dan itu amanah presiden kemerdekaan pertama, alhamdulillah ini tercapai," katanya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya