Konstruksi Tol Layang Jakarta-Cikampek ditargetkan rampung Maret 2019
Merdeka.com - PT Jasa marga Jalanlayang Cikampek (JJC) menargetkan konstruksi Tol Layang Jakarta-Cikampek akan selesai Maret 2019 secara keseluruhan. Sebab, pengangkatan steel box girder pada proyek ini terhitung akan berlangsung sampai Desember 2018.
Pemimpin Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated Iwan Dewantoro mengatakan, total box girder yang harus dipasang di proyek tersebut berjumlah sekitar 2.400. Saat ini, baru sekitar 380 box girder saja yang sudah terpasang.
"Dengan adanya 2020 (box girder) yang masih belum terpasang, kita targetkan Desember selesai. Untuk pengerjaannya, tidak mungkin hanya memakai 1 launcher gantry. Makanya dipakai 3 launcher gathry, dan semuanya bekerja paralel tiap hari," jelas dia di Km 18 Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (18/7).
Iwan melanjutkan, pengangkatan box girder ini akan dilakukan di tiga lokasi secara bertahap. Pertama, di ruas Bekasi Timur menuju arah Gerbang Tol (GT) Tambun. Selanjutnya, akan diteruskan ke arah Bekasi Barat menuju Bekasi Timur, dan yang terakhir dari Cikarang Utama menuju Km 39.
"Proses pengangkatan box girder ini akan dilakukan sampai Desember 2018. Dilaksanakannya secara bertahap, tidak langsung semua lokasi. Tapi untuk proyek keseluruhan, target selesai Maret 2019," jelasnya.
Nantinya, sebanyak dua lajur di masing-masing jalur tol akan ditutup selama pengangkatan box girder berlangsung pada saat window tine. Dia pun menyarankan kepada para pengguna Tol Jakarta-Cikampek untuk memakai jalur alternatif lain seperti melalui jalan arteri ketika proyek berjalan.
"Pengguna tol bisa pakai jalan arteri. Seperti contoh, dengan adanya penutupan di kawasan Bekasi Timur, pengguna dari arah Jakarta bisa memilih keluar lewat Bekasi Barat dan masuk lagi ke tol di GT (Gerbang Tol) Cibitung. Begitu juga sebaliknya (dari arah Cikampek)," tutur Iwan.
Tol Jakarta-Cikampek II Elevated merupakan sebuah proyek jalan layang bebas hambatan yang tersambung dari Cikunir sampai Karawang Barat sepanjang kurang lebih 38 km. Pengerjaannya dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk lewat Kerja Sama Operasi (KSO) senilai Rp 13,5 triliun.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya