Komoditas pala asal Sulut jadi primadona di Belanda dan Italia
Merdeka.com - Permintaan komoditas pala dan turunannya dari negara-negara bagian di Eropa terus naik dan tergolong sangat tinggi.
"Pada bulan Februari 2016 komoditas pala paling banyak diekspor ke Belanda dan Italia," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, T Hasudungan Siregar seperti ditulis Antara Manado, Jumat (18/3).
Dia mengatakan, biji pala yang diekspor ke Belanda sebanyak 12,45 ton dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar USD 136.455.
Kemudian, devisa yang berhasil dihimpun dari ekspor biji pala ke Italia sebanyak 7,36 ton dengan nilai USD 57.697.
Sedangkan untuk fuli pala yang diekspor ke Italia sebanyak tiga ton dan mampu menghasilkan devisa sebesar USD 39.750.
Pengiriman fuli pala ke Belanda sebanyak dua kali dalam sebulan dengan total volume sebanyak 23,65 ton dan mampu menghasilkan devisa sebesar USD 255.945.
Komoditas pala daerah ini bukan hanya diminati Belanda dan Italia, tetapi juga ke sejumlah negara di Eropa sampai ke Afrika. "Ini menunjukkan mutu komoditas pala daerah ini cukup baik," katanya.
Pala asal Sulut banyak diekspor ke Eropa, Amerika, dan Afrika tersebut berasal dari Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang dan Biaro (Sitaro).
Pemerintah, katanya, akan berusaha memfasilitasi dan memberikan bantuan kepada pengekspor Sulut agar semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Dan, katanya, semua pengurusan berkas untuk kelancaran ekspor akan terus ditingkatkan. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya