Kominfo Usul BPJS Ketenagakerjaan Ganti Branding & Tingkatkan Layanan
Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengusulkan kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk membranding ulang pemasarannya. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab belum maksimalnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Dijelaskan Rudiantara, jumlah pekerja di Indonesia saat ini mencapai lebih dari 120 juta orang. Namun jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan baru sekitar 50 juta orang.
"Saran saya cari brand yang mudah dikenal. Kenapa harus tulis BPJS Ketenagakerjaan. Mungkin secara legal benar tapi secara marketing susah," kata Rudiantara di Balai Kartini, Rabu (10/4).
Menurutnya, fokus BPJS Ketenagakerjaan adalah soal pemberian jaminan keselamatan kerja. Dengan demikian, branding yang diinginkan harus tetap sesuai dengan core bisnis perusahaan.
Tidak hanya itu, untuk meningkatkan jumlah kepesertaan, Rudiantara juga mengusulkan sistem layanan harus bersifat jemput bola. Dia mencontohkan, layanan jemput bola tersebut dengan secara konsisten melaporkan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) setiap bulannya.
Penyampaian saldo ini sendiri bisa dilakukan dalam bentuk SMS ataupun melalui email masing-masing peserta.
"Atau kalau punya aplikasi, bisa ditambahkan layanannya di situ. Jadi tidak harus peserta itu ke kantor BPJS Ketenagakerjaan," tegasnya.
"Dengan berinvestasi di teknologi saya kira lebih murah jika dibandingkan harus beli reader e-KTP yang satu unitnya Rp 9 juta. Itu akan lebih boros," pungkas Rudiantara.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya