Komentar Said Didu soal kabar ditunjuknya Elia jadi bos Pertamina
Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK belum menentukan pengganti Dwi Soetjipto sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Saat ini, pemerintah memperpanjang masa kerja pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Yenny Andayani selama masa pencarian Dirut difenitif.
Presiden sebenarnya sudah menerima pengajuan nama calon bos Pertamina, baik berasal dari internal maupun luar perusahaan. Kini, beredar kabar bahwa nama-nama seperti dari Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Elia Massa Manik dan Staf Khusus Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menjadi kandidat kuat calon Dirut Pertamina.
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu mengaku belum mengetahui secara pasti Elia Massa Manik diajukan menjadi calon Dirut baru Pertamina.
"Saya belum tahu, saya kenal (Elia Massa Manik). Tapi saya enggak mau komentar terlalu jauh, nanti kalau saya bilang begini dikira tidak mendukung, kalau saya begitu dikira mendukung. Jadi kita tunggu saja seperti apa keputusannya," ujar Said saat ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (15/3).
Said mengatakan, saat ini memang banyak nama nama yang beredar menjadi calon kuat Dirut Pertamina. Namun demikian, kewenangan pemilihan Dirut Pertamina sepenuhnya dimiliki oleh Presiden Joko Widodo.
"Saya empat kali melakukan proses pergantian Direksi dan Dirut Pertamina, selalu kementerian BUMN itu posisinya adalah seakan akan sekadar memproses administrasi. Arahan dan keputusan sangat dominan dilakukan oleh Presiden. Jadi kalau ada informasi beredar itu sangat sulit bisa di simpulkan sampai Presiden memutuskan," ujarnya.
Said berharap siapapun nanti nya yang terpilih menjadi Dirut Pertamina harus dapat mengimbangi kinerja dan penilaian publik yang mayoritas positif terhadap dirut sebelumnya. Selain itu, mereka juga harus punya kompetensi dan kuat terhadap intervensi semua pihak.
"Calon baru harus memiliki kompetensi dan kuat terhadap intervensi. Melihat Dirut dan Wadirut yang diganti, kita tahu kinerjanya cukup baik dan sebenarnya mereka dua orang yang berani melawan istilah saya klub terpisah yang ada," ungkapnya.
"Jadi jangan sampai nanti menimbulkan kecurigaan publik terhadap kinerja pertamina secara keseluruhan. Karena pemain di Pertamina akan melihat kinerja dan integritas bukan suatu ukuran. Jadi saya pikir ini krusial tidak hanya untuk pertamina tapi BUMN lain," ungkapnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya