Kobagas: 80 persen sopir bajaj sudah gunakan gas dari PGN
Merdeka.com - Pemerintah terus berusaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan melakukan konversi ke Bahan Bakar Gas (BBG). Bajaj menjadi salah satu transportasi yang telah dikonversi dari BBM ke BBG.
Ketua Komunitas Bajaj Gas (Kobagas) Agus Supriyono (30) mengatakan, saat ini sudah ada 80 persen bajaj yang telah menggunakan gas yang diproduksi oleh PT Perusahan Gas Negara (PGN) sebagai bahan bakarnya.
"Dari 14.000 bajaj, 80 persennya sudah pakai BBG dari PGN," ujar Agus saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Sabtu (23/7).
Menurut Agus, pengemudi Bajaj sangat antusias memakai BBG dari pada BBM. Mereka lebih banyak merasakan manfaatnya. Dari segi operasional lebih irit dan juga menambah penghasilan, dibandingkan saat menggunakan bajaj model lama. Selain itu, Bajaj BBG juga lebih ramah lingkungan.
"Harganya jelas jauh lebih murah. Compress Natural Gas (CNG) hanya Rp 3.100 per liter setara premium (lsp), sedangkan bensin jenis premium saja harganya Rp 6.500. Jadi pengeluaran kalau pakai gas hanya habis Rp 20.000 perhari, kalau BBM kan bisa Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per hari," kata Agus.
Bajaj berwarna biru ini dapat ditemui di kawasan Jakarta, seperti di Kawasan Medan Merdeka, sejumlah stasiun kereta api, dan di beberapa ruas jalan di Ibu Kota.
Laporan: Linda Juliawanti
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya