Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KKP Gandeng Perum Perindo Perkuat Sistem Logistik Perikanan

KKP Gandeng Perum Perindo Perkuat Sistem Logistik Perikanan Nelayan. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) bersinergi dengan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) untuk memperkuat sistem logistik sektor perikanan nasional.

Direktur Jenderal PDSPKP KKP, Rifky E Hardijanto menyebut bahwa sistem logistik yang terintegrasi akan meningkatkan kualitas maupun value atau nilai perikanan kita. Oleh karenanya pemanfaatan cold storage yang produktif akan menjadikan produk perikanan kita lebih berdaya saing baik di pasar domestik maupun pasar international.

"Coldstore adalah komponen penting agar kualitas perikanan kita lebih baik. Maka dari itu, kami (KKP) bersinergi dengan Perum Perindo untuk mengelola beberapa aset cold storage kita," tutur Rifky, saat melakukan penandatangan kerja sama di di kantor Perum Perindo Pusat, Jakarta.

Rifky memberikan kepercayaan kepada Perum Perindo karena memang perusahaan BUMN tersebut mempunyai misi sama yaitu untuk memenuhi pemanfaatan aset negara demi kesejahteraan masyarakat. Selain itu, investasi di BUMN butuh proses yang panjang baik birokrasi, pembiayaan maupun lainnya. Oleh sebab itu, upaya kerja sama ini tidak lain untuk lebih memanfaatkan aset negara dengan maksud dan tujuan untuk menetaskan kemiskinan, permudah value layanan publik, dan untuk peningkatan ekonomi rakyat pada umumnya.

"Dengan sama-sama pemerintah akan lebih mudah dibandingkan dengan swasta," ujarnya.

Pihaknya berpesan kepada Perum Perindo untuk bisa memanfaatkan cold storage ini dengan baik, dirawat dengan benar, agar cold store yang ada ini bisa memberikan manfaat besar terhadap pembangunan ekonomi nasional. "Sektor perikanan punya potensi untuk peningkatan ekonomi masyarakat, dan perikanan nasional kita," tuturnya.

Direktur Utama Perum Perindo, Risyanto Suanda menambahkan, momentum penandatanganan ini bagi sangat bersejarah, karena bagaimanapun sinergi antar KKP dengan Perum Perindo sebagai BUMN Perikanan terus didorong. Dukungan seperti ini tentu akan memperkuat posisi Perum Perindo di industri perikanan dan juga membantu berkontribusi lebih banyak dalam pengembangan industri perikanan.

Seperti diketahui, dengan ditandatanganinya kerja sama ini maka Perum Perindo akan memanfaatkan cold storage di 3 lokasi yakni cold storage kapasitas 50 ton di PPN Prigi, cold storage kapasitas 400 ton di PPN Brondong, dan cold storage kapasitas 100 ton di PPN Ternate.

Pemanfaatan cold store ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 5 Tahun 2014 tentang Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN), merupakan upaya pemerintah mengatur dan menata logistik hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan dan konsumsi pangan masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, operasionalisasi SLIN di pusat produksi dan/atau pusat pengumpulan serta pusat distribusi dijalankan oleh operator utama dan operator pendukung yang berfungsi melakukan pengadaan, penyimpanan, distribusi, dan pemasaran produk perikanan. Tugas operator utama dijalankan oleh BUMN sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP