KKP gagalkan penyelundupan 4.600 butir telur penyu
Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui unit kerja konservasi dan keanekaragaman Hayati, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) menindaklanjuti kasus penyelundupan telur penyu yang terjadi di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Jumat (26/8) lalu.
Dalam kasus tersebut, polisi berhasil menggagalkan penyelundupan telur penyu sebanyak 4.600 butir yang dimasukan ke dalam kantong plastik hitam dan dikemas di dalam peti.
Direktur Jenderal PRL Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengungkapkan, hal paling penting dalam proses tindak lanjut kasus penyelundupan telur penyu adalah menyelamatkan telur penyu dengan cara melepas ke habitatnya.
"Telur penyu yang diselundupkan harus secepatnya diselamatkan, kembalikan mereka ke habitat agar ada kemungkinan untuk menetas. Untuk proses hukum, sisakan beberapa telur saja sebagai barang bukti," ujarnya di Jakarta, Rabu (31/8).
Lanjutnya, KKP bersama pegiat lingkungan dari Profauna Borneo berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Berau langsung menuju ke Polsek Tanjung Redeb untuk menindaklanjuti kasus penyelundupan telur penyu. Pihak kejaksaan juga nantinya akan ikut berkoordinasi terkait proses penyidikan.
"Hasil koordinasi dari berbagai pihak tersebut adalah akan diadakannya kegiatan peiestarian telur penyu hasil tangkapan di Berau pada Rabu (31/8) ini," katanya.
Tim yang terdiri dari Balai Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Laut (BPSPL), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), DKP Kab. Berau, dan Profauna Borneo akan berkumpul di Polsek Tanjung Redeb pada hari ini untuk menerima telur penyu hasil sitaan polisi.
Tim kemudian akan menuju Pulau Bilang-Bilangan untuk menanam kembali telur-telur penyu dan melakukan serangkaian pendataan serta dokumentasi. Pulau Bilang-Bilangan adalah pulau yang diiaga 24 jam oleh pegiat lingkungan dari Profauna Borneo sehingga memperkecil kemungkinan telur akan kembali dicuri.
"Untuk hasil penanaman telur. hasilnya dapat dilihat 2 buian seteiah penanaman telur," pungkas Brahmantya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya