Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah sukses pengusaha dodol Garut mampu berangkat Umroh tiap tahun

Kisah sukses pengusaha dodol Garut mampu berangkat Umroh tiap tahun Pengrajin dodol Haji Uyud. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Siang itu, panas terik matahari dan sejuk udara pegunungan jadi satu di Garut. Bis saya berhenti di sebuah desa bernama Ngamplang. Pemandangan ganjil terpampang seketika saat saya turun dari bis.

Sebuah mobil mewah berjenis Toyota Fortuner sudah menunggu untuk menjemput rombongan di atas jalan rusak mengenaskan. Jalan bergelombang, aspal hancur, hingga ada lobang menganga besar menjadikan mobil itu 'tak pantas' berada di sana.

Mobil itu adalah milik juragan dodol setempat bernama Haji Uyud. Larisnya usaha yang dia bangun membuat pria berusia 56 tahun ini mampu membeli sejumlah mobil mewah untuk mengisi garasinya.

"Mobil ini sebetulnya juga untuk bisnis. Saya gadaikan agar mendapat pinjaman untuk modal. Gadai mobil bunganya lebih rendah dibanding fasilitas kredit lain, hanya sekitar 4 persen," ujar Haji Uyud saat mengungkapkan salah satu strategi bisnisnya, akhir pekan lalu.

Menurutnya, sejak dirinya mengenal kredit usaha rakyat (KUR) pada 2007, bisnisnya terus berkembang. Bank Negara Indonesia (BNI) menjadi salah satu bank yang memberikan KUR padanya. Dana yang didapat mencapai Rp 500 juta dengan tingkat bunga 9 persen dan jangka waktu pengembalian 4 tahun.

pengrajin dodol haji uyud

Haji Uyud bersama Kacab BNI Garut Saipul Jamal ©2016 Merdeka.com

Kesuksesan berbisnis dodol juga membawa berkah pada keluarga Uyud. Sejak 2007 hingga saat ini, dia mengaku bisa memberangkatkan Umroh sejumlah anggota keluarga tiap tahunnya.

"Alhamdulillah tiap tahun bisa berangkatkan keluarga Umroh. Insya Allah kalau ada rejeki, bisa berangkatkan pekerja saya juga," tutur pebisnis yang hanya tamatan sekolah dasar (SD) ini. (mdk/bim)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP