Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kini telepon genggam sudah gantikan peran dompet

Kini telepon genggam sudah gantikan peran dompet samsung galaxy note 4. ©REUTERS/Hannibal Hanschke

Merdeka.com - Sepuluh tahun lalu tak ada yang mengira, saat ini 90 persen transaksi harian sudah menggunakan uang elektronik. Penggunaan uang elektronik berguna untuk menekan tingkat konsumsi masyarakat.

"Telepon genggam sudah menggantikan fungsi dompet," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas di balai pertemuan Yayasan Nurul Islam RT 15, RW03, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Rabu (8/10).

Di tempat itu, dia meresmikan uji coba penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bersyarat kepada peserta Program Keluarga Harapan (PKH) menggunakan Uang Elektronik Melalui Agen Layanan Keuangan Digital (LKD).

Dia mengungkapkan, penyaluran bantuan sosial untuk peserta PKH biasanya melalui kantor pos. Dengan kemajuan teknologi, saat ini bantuan sosial untuk keluarga sangat miskin (KSM) memiliki anak balita, anak usia sekolah, dan ibu hamil tersebut bisa ditarik dengan menggunakan telepon seluler terdaftar melalui perantara agen LKD.

"Biasanya disalurkan tunai, saat ini dialihkan menjadi nontunai."

Uji coba ini melibatkan Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Selain di Jakarta, uji coba juga dilaksanakan di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur sejak 8 Oktober hingga 30 Oktober 2014.

Bank Mandiri bakal melayani 1.343 KSM, terdiri dari 82 KSM di Koja (Jakarta Utara), 89 KSM di Alak (Kota Kupang), 1.172 KSM di Dukupuntang dan Astanajapura (Kabupaten Cirebon).

Sementara BRI melayani 517 KSM, terdiri dari 100 KSM di Cilincing (Jakut), dan 417 KSM di Beji (Kabupaten Pasur) (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP