Kilang Balikpapan Mulai Pembangunan Fisik, Serap 14.000 Tenaga Kerja
Merdeka.com - Pembangunan fisik Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan mulai dilakukan setelah ditetapkan kontraktor rancangan konstruksi (Engineering, Procurement and Construction/EPC).
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengatakan, pembangunan RDMP Kilang Balikpapan merupakan bagian dari proyek strategis Pertamina, memiliki peran penting dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional.
Proyek RDMP kilang Balikpapan ini akan mendorong Pertamina dalam rangka meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah kilang dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Sekaligus meningkatkan fleksibilitas untuk mengolah minyak mentah yang lebih ekonomis dengan tingkat sulfur yang lebih tinggi hingga 2 persen.
"Proyek ini juga akan langsung menyerap tenaga kerja hingga 14.000 pekerja pada waktu puncaknya. Pertamina telah kami dorong untuk mengoptimalkan pemanfaatan tenaga kerja lokal. Diharapkan RDMP Kilang Balikpapan akan memberi efek multiplier bagi ekonomi baik daerah, maupun Nasional," kata Rini disela acara penandatanganan pelaksanaan rancangan konstruksi RDMP Kilang Balikpapan di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (10/12).
Kilang ini juga akan mendukung program pemerintah dalam hal pembatasan emisi gas buang kendaraan bermotor nasional. Sebab, RDMP Kilang Balikpapan akan difokuskan untuk meningkatkan produksi BBM berkualitas dan ramah lingkungan sesuai dengan standar Euro V.
EPC pembangunan kilang Balikpapan digarap konsorsium terdiri dari SK Engineering & Construction Co.Ltd, sebagai pemimpin konsorsium, dan Hyundai Engineering Co.Ltd. , PT. Rekayasa Industri dan PT PP (Persero) Tbk sebagai anggota konsorsium.
Kontrak ini meliputi pembangunan kilang baik Inside Battery Limit (IBL) maupun Outside Battery Limit (OSBL), dengan nilai kontrak mencapai Rp 57,8 triliun dan akan diselesaikan dalam waktu 53 bulan.
Nantinya kapasitas Kilang Balikpapan akan bertambah hingga 100 ribu barel per hari, atau naik 38 persen dari sebelumnya 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Selain itu, RDMP Kilang Balikpapan juga akan menghasilkan produk baru propilen sebesar 230 ribu ton per tahun
Rini melanjutkan, ketika RDMP Balikpapan beroperasi dengan kapasitas penuh, produksi bensin atau gasoline akan meningkat sebesar 100 ribu barel per hari dan solar atau diesel sebesar 40ribu barel per hari. Sehingga kebutuhan impor bensin dan diesel bisa berkurang secara signifikan.
RDMP Balikpapan merupakan satu dari enam megaproyek kilang yang dibangun Pertamina. Keenam megaproyek kilang itu terdiri atas empat proyek perluasan (refinery development master plan/RDMP) dan dua proyek pembangunan baru (grass root refinery/GRR).
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya