Khofifah meminta Unair menjadi lokomotif revolusi industri 4.0 di Indonesia
Merdeka.com - Gubernur Jawa Timur periode 2019-2014, Khofifah Indar Parawansa meminta Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menjadi lokomotif revolusi industri 4.0. Harapannya, Unair akan menjadi 500 kampus besar kelas dunia.
Kenapa Unair? Mantan Menteri Sosial ini menilai, fakultas dan program studi yang dimiliki Unair sudah memenuhi kualifikasi untuk bisa menjadi pemicu bagi revolusi industri di Indonesia.
"Revolusi industri 4.0 butuh dilakukan, dan saya ingin pendorong lokomotifnya adalah Unair," kata Khofifah di acara penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Unair, Sabtu (11/8) sore.
Dari lokomotif itu, lanjutnya, maka Unair bisa sejajar dengan kampus-kampus besar di dunia. "Kita memiliki tanggung jawab menjadikan Unair 500 besar kampus kelas dunia," harapnya.
Diakui Ketum PP Muslimat NU yang juga tercatat sebagai alumnus Fisip Unair ini, bahwa saat ini, Indonesia baru masuk revolusi industri 3.0. "Karena itu, perlu perjuangan bersama untuk menuju industri 4.0," katanya.
"Jika ini bisa diterapkan, maka bisa dipastikan bahwa ekonomi digital akan memudahkan konektivitas di antara seluruh layanan-layanan," sambungnya.
Dengan begitu, masih kata Khofifah, dipastikan bahwa monitoring seluruh program bisa dilakukan. "Dan menyiapkan quick respons jika ada masalah. Di beberapa titik kita pastikan bahwa di situlah transparansi akan berseiring," ucapnya.
Menurutnya, revolusi industri 4.0 bagi transparansi akuntabilitas percepatan layanan sangatlah penting. "Termasuk di dalamnya efisiensi dan efektivitas program."
"Karenanya fakultas dan prodi di Unair ini sudah memenuhi kualifikasi untuk bisa menjadi lokomotif industri 4.0," tandasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya