Ketimbang panen kritik, Hipmi minta dana aspirasi buat subsidi UMKM
Merdeka.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai dana aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) sebesar Rp 11,2 triliun sebaiknya dimanfaatkan untuk menambah subsidi bunga kredit Usaha Mikro, kecil menengah (UMKM). Itu dinilai lebih produktif ketimbang dana tersebut terus menuai kontroversi lantaran setiap anggota DPR akan mendapat jatah Rp 20 miliar.
"Dengan dana sebesar itu bila dipakai untuk subsidi bunga UMKM maka akan memacu ekspansi kredit dua sampai tiga kali lipat dari realisasi kredit UMKM saat ini," papar Ketua Bidang Organisasi BPP Hipmi Anggawira. dalam siaran pers, Sabtu (20/6).
Angga mengatakan, saat ini subsidi bunga kredit UMKM sebesar Rp 1 triliun masih terbilang kecil. Hipmi berharap nilai subsidi ini terus meningkat secara berkala.
Pada 2014, outstanding kredit UKM sebesar Rp 619,40 triliun. Tahun ini, meningkat menjadi Rp 684,49 triliun dengan kredit macet atau non-performing loan (NPL) rata-rata sebesar 4,2 persen.
Secara detil dia menyebut NPL kredit UMKM di sektor pertanian sebesar 4,6 persen, pengolahan (3,2 persen), dan perdagangan sebesar 4,1 persen.
"Subsidi bunga juga dinilai akan meringankan cost of fund atau biaya dana UMKM."
Per April 2015, bunga kredit perbankan untuk industri sebesar 12,75 persen, investasi 12,32 persen, dan konsumsi 13,73 persen. Sedangkan bunga kredit UMKM sekitar 22 persen.
Sebagaimana diketahui, usulan Dana Aspirasi daerah pemilihan yang tengah digodok di DPR sebesar Rp 11,2 triliun terus menuai kontroversi. Nantinya setiap anggota DPR akan mendapat bantuan dana berjumlah Rp 20 miliar. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya