Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketimbang Impor, Beras Petani Lokal Masih Ada 3,4 Juta Ton

Ketimbang Impor, Beras Petani Lokal Masih Ada 3,4 Juta Ton Beras Bulog. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa meminta, pemerintah untuk melakukan penyerapan beras-beras yang ada di petani lokal. Menurutnya itu lebih baik daripada melakukan impor.

Saat ini produksi beras yang ada di tingkat petani lokal mengalami peningkatan sebanyak 3,4 juta ton. Sehingga masih cukup jika hanya 1 juta ton yang diperlukan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan stok beras.

"Sekarang waktu untuk impor dengan waktu untuk menyerap petani lokal lebih cepat mana? kan sesederhana itu. Serap saja orang ada peningkatan produksi 3,4 juta ton mau butuh berapa? 1 juta ton tidak masalah ringan," kata dia dalam diskusi Impor Beras Jadi atau Tidak?, Sabtu (20/3).

Dia menambahkan, hari-hari terakhir harga beras di jaringan tani di Jawa Tengah dan di Jawa Timur yang dilaporkan sudah menyentuh Rp7.000 per kilogram (kg). Menurutnya harga tersebut sudah jauh lebih murah dibandingkan beras impor.

"Karena harga beras di tingkat Internasional sudah USD 560 berarti nanti sampai Tanjung Priok bisa sekitar Rp8.500, harga beras saat ini di tingkat petani hanya Rp7.000 kasihan sedikitlah dengan dulur tani," jelas dia.

Atas dasar itu dirinya meminta pemerintah agar tidak pusing-pusing untuk melakukan impor sebanyak 1 juta ton beras. Apalagi stok beras yang ada di petani lokal saat ini masih melimpah.

"Ngapain pusing impor. Mau berapa? 2 juta ton ada itu di jaringan tani. Bahkan, kalau itu dilakukan pemerintah petani kecil sangat berterima kasih," tandasnya.

Ragam Alasan Mendag Lutfi Impor Beras, Termasuk Stok Bulog Terendah Sepanjang Sejarah

mendag lutfi impor beras termasuk stok bulog terendah sepanjang sejarah rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi membeberkan alasan pemerintah mewacanakan impor beras sebanyak 1 juta ton. Hal ini dilakukan untuk menjaga stok beras Bulog tetap berada di kisaran 1 juta hingga 1,5 juta ton.

Mendag Lutfi bilang, stok beras Bulog saat ini berada di bawah 1 juta ton. Sebelumnya, Dirut Bulog mengatakan terdapat beras impor tahun 2018 yang mengalami turun mutu.

"Menurut hitungan saya, beras yang turun mutu yang 2018 itu kira-kira berjumlah 270.000 ton. Jadi yang dikatakan beliau turun mutu itu 160.000. Jadi ada 120.000 lagi," ujarnya dalam acara Weekly Update bersama Menteri Perdagangan secara virtual, Jumat (19/3).

"Jadi kira-kira, stok akhir Bulog 800.000 dikurangi 300.000, berarti stoknya hanya mungkin tidak mencapai 500.000. Ini stok yang paling rendah dalam sejarah Bulog," tambahnya.

Kurangnya stok ini diiringi dengan penyerapan gabah petani yang rendah. Menurut Mendag Lutfi, hingga akhir Maret, penyerapan gabah petani yang dilakukan Bulog masih berada di angka 85.000 ton, jauh dari prediksi awal di angka 400.000 hingga 500.000 ton.

Hal ini dikarenakan intensitas hujan mengalami peningkatan. Akhirnya, tingkat kekeringan gabah petani tidak memenuhi syarat penyerapan Bulog.

"Kenapa? Bukan salah Bulog. Ketika Bulog beli gabah petani itu dengan syarat, salah satunya kekeringan gabah. Sekarang hujan tidak berhenti-henti, jadi gabah petani itu basah, dan secara peraturan Bulog tidak bisa menyerap gabah basah," jelasnya.

Mendag menegaskan, pemerintah tidak akan melakukan impor jika memang penyerapan beras dalam negeri berjalan dengan baik.

"Karena situasi begitu, itu dinamis. Saya jamin tidak ada impor ketika panen raya. Dan hari ini tidak ada beras impor yang menghancurkan harga petani, karena memang kita belum impor," tandasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP