Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keselamatan penerbangan, pengamat nilai peran pemerintah masih minim

Keselamatan penerbangan, pengamat nilai peran pemerintah masih minim Ilustrasi pesawat. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/IM_photo

Merdeka.com - Label buruk yang disematkan lembaga asing terhadap maskapai penerbangan Indonesia seharusnya dijadikan bahan pembenahan.

"Industri penerbangan di Indonesia tumbuh pesat dan belum disertai kapasitas operator maupun regulator dalam mengelola keselamatan penerbangan," ujar Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit, Jakarta, Sabtu (9/1).

Menurut Danang, peran pemerintah masih minim dalam menjaga keselamatan penerbangan. Pemerintah harus menyesuaikan regulasinya dengan International Civil Aviation Organization (ICAO).

"Ini juga sebabnya kita belum berhasil masuk sebagai anggota tetap," katanya.

"Asal comply dengan hal tersebut untuk standar keselamatan dan selanjutnya regulator menyiapkan diri secara konsisten implementasi regulasi itu, pasti industri penerbangan Indonesia akan lebih baik."

Seperti diberitakan, airlinerating.com, menilai sembilan dari sepuluh maskapai penerbangan berbahaya di dunia berasal dari Indonesia. Itu didasarkan pada survei dilakukan situs pemeringkat maskapai penerbangan Australia itu pada badan penerbangan pemerintah dan asosiasinya di setiap negara

Adapun sembilan maskapai Indonesia tersebut adalah Citilink, Kal-Star Aviation, Lion Air, Sriwijaya Air, Lion Air, TransNusa, Trigana Air Service, Wings Air, dan Express Air. Dan satu maskapai asing dicap berbahaya itu adalah Bluewings Airlines asal Suriname. (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP