Kerja sama ekonomi dengan Iran terhadang sentimen dunia
Merdeka.com - Kerja sama bilateral antara Indonesia dan Iran terhadang sentimen dunia internasional pada Iran. Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Suryo B. Sulisto mengungkapkan kondisi ini membuat pelaku usaha mengaku kesulitan. Padahal Iran diakui sebagai negara yang mempunyai potensi luar biasa.
"Cuma karena masih dibahas soal modus pola pembayaran karena menyangkut perbankan yang masih sulit. Tapi mudah-mudahan dapat tercapai semuanya sehingga dapat memuaskan semua pihak," ujarnya di Menara KADIN, Jakarta, Rabu (2/10).
Dia menjelaskan, permasalahan sistem pembayaran ini disebabkan masih adanya sanksi ekonomi dari dunia internasional untuk Iran. Beberapa negara yang menutup investasinya ke Iran, kondisi ini yang membuat Indonesia sulit bekerja sama dengan Iran.
"Makanya dengan kerja sama KADIN ini mencairkan hubungan Iran dengan dunia internasional, karena saat ini masih dipengaruhi oleh sanksi tadi," jelas dia.
Terkait soal sistem pembayaran, Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Komite Iran Fadel Muhammad menambahkan, pihaknya sudah menemukan solusi untuk mengatasinya. Caranya dengan melibatkan Bank Indonesia, Direktur Exim Bank, Bank Muamalat dan Bank DJB.
"Bank-bank tersebut sudah dibicarakan, mereka tidak ada masalah. Kami juga akan mendatangkan perbankan Iran untuk datang ke sini," ungkapnya.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini menegaskan, tidak ada larangan perdagangan Indonesia dengan Iran. "Tidak ada hambatan. Hanya ditakuti beberapa orang saja itu," ujar dia. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya