Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kereta cepat majukan ekonomi daerah sepanjang jalur Jakarta-Bandung

Kereta cepat majukan ekonomi daerah sepanjang jalur Jakarta-Bandung kereta cepat china. ©blogspot.com

Merdeka.com - Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dan China sepakat membentuk anak usaha patungan bernama PT Kereta Cepat Indonesia-China. Kerja sama ini dilakukan melalui anak usaha BUMN, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan China Railway International Co. Ltd.

Staf Khusus Menteri BUMN, Sahala Lumban Gaol menjelaskan, pembangunan koridor kereta cepat Jakarta-Bandung ditujukan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di jalur kereta cepat.

"Kalau kita lihat misal Jakarta-Bandung mau cepat bisa naik pesawat tapi itu tidak menciptakan pertumbuhan ekonomi yang dilaluinya. Tapi kalau kereta api dia akan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan," tutur Sahala di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (16/10).

Nantinya, lanjut Sahala, ada beberapa wilayah yang akan dikembangkan bersama dengan pembangunan kereta cepat koridor Jakarta-Bandung, salah satunya adalah daerah Walini.

Sahala mengatakan, pembangunan proyek kereta cepat ini membutuhkan dana sekitar USD 5,5 miliar untuk jangka waktu pembangunan sekitar 3 tahun. "Pendanaannya 75 persen nanti akan dari pinjaman dari CDB (China Development Bank), komitmennya sudah ada, kemudian 25 persen dari konsorsium, equity mereka," jelas Sahala.

Rencananya, ground breaking proyek kereta cepat akan dilakukan pada 9 November 2015 di Walini. Proyek yang akan memakan waktu sekitar 3 tahun untuk selesai ini nantinya bisa dikomersilkan dengan harga tiket sekitar USD 16 atau antara Rp 200.000 hingga Rp 225.000.

"Jadi launchingnya nanti akan dimulai tanggal 9 November rencananya, di Walini. Proyeknya selesai akhir 2018, dan komersial di first quarter 2019," jelasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP