Kenormalan Baru Diperlukan Untuk Ekonomi Memulai Perbaikan
Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pelaksanaan skema kenormalan baru atau new normal bertujuan menjadikan masyarakat produktif dan aman dari paparan Covid-19. Selain itu, new normal juga penting untuk memperbaiki kondisi ekonomi nasional yang tengah terpuruk.
"New normal untuk menciptakan masyarakat produktif dan aman Covid-19. Pertama, ini berarti masyarakat harus patuh dalam menjalankan protokol kesehatan dan aktif untuk memutus mata rantai penularan," kata Menko Airlangga dalam Webinar bersama Asosiasi Emiten Indonesia, Kamis (11/6).
Menko Airlangga menjelaskan pandemi covid-19 yang berkepanjangan telah berdampak buruk bagi kinerja perekonomian nasional. Bahkan di kuartal II 2020, lima sektor perekonomian terpotong pendapatannya hingga 50 persen. Yakni, otomotif, transportasi umum, pembiayaan konsumen, restoran, dan pariwisata.
Industri Tetap Berkinerja Positif Selama Ada Corona
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMeski begitu, Menko Airlangga juga mencatat beberapa sektor usaha yang mampu tumbuh positif seperti bahan pangan, kesehatan dan farmasi, serta kelapa sawit dan turunannya.
Oleh karena itu, new normal harus segera dilakukan demi memulai kembali ekonomi untuk memperbaiki perekonomian nasional. Terlebih lagi, kondisi ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir tengah mencatatkan tren positif setelah Indeks Harga Saham Gabungan yang terus menguat dan nilai tukar Rupiah yang terus membaik.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya