Kenapa Jakarta Macet Meski Masih Ada PPKM?
Merdeka.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengungkapkan penyebab kemacetan terjadi di DKI Jakarta selama masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Salah satunya adalah masih rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat untuk kembali menggunakan moda transportasi umum.
Direktur Lalu Lintas BPTJ, Sigit Irfansyah mengatakan, ketakutan masyarakat menggunakan transportasi umum membuat mereka kembali menggunakan kendaraan pribadi akibat takut tertular virus Covid-19. Sehingga kembali kepadatan pun terjadi di ruas jalan DKI Jakarta.
"Masyarakat masih ragu menggunakan angkutan umum jadi macet," katanya dalam diskusi Publik MTI: Evaluasi Efektivitas Ganjil Genap di Masa PPKM, Kamis (4/11).
Dia mengatakan, secara teori angkutan umum KRL commuter line sebelum pandemi kapasitas penumpang per hari bisa mencapai 1,2 juta orang. Namun sejak adanya pandemi dan PPKM jumlahnya mungkin turun bahkan bisa setengahnya saja.
"Artinya belum pulih masyarakat yang naik ke kereta api dia milih ke angkutan pribadi," ungkapnya.
Minat Pengguna TransJakarta Turun
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBegitu juga dengan Transjakarta. Menurut catatannya Transjakarta pernah mencapai puncaknya 800.000 penumpang per hari atau mencapai 1 juta. Akan tetapi dalam kondisi seperti ini angka tersebut sulit dicapai kembali.
"Padahal mereka sudah beroperasi normal pastinya masyarakat juga belum balik ke angkutan umum yang semula sebelumnya angkutan umum. Kemudian MRT juga drop itu angkutan yang terukur," katanya.
"Jadi artinya apa? Kata kuncinya di sini adalah bagaimana kita memberi informasi kepada masyarakat bahwa angkutan umum sudah kembali normal dan save. Itu masalah kata kuncinya baru," pungkas dia.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya