Kenaikan harga BBM buat aliran masuk modal asing mulai meningkat
Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) melihat kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi telah mengurangi tekanan terhadap kesinambungan fiskal. Namun, langkah tersebut sejauh ini belum cukup untuk memperkuat postur neraca transaksi berjalan.
BI mencatat defisit transaksi berjalan kuartal III menyusut menjadi USD 8,4 miliar atau 3,8 persen dari PDB. Sebelumnya, pada kuartal II defisit transaksi berjalan mencapai USD 9,9 miliar atau 4,4 persen dari PDB.
Meski tidak signifikan, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menilai data itu menjadi suatu awal yang positif. "Meski melambat pertumbuhan ekonomi, defisit di kuartal III ini mulai menurun. Sehingga aliran masuk modal asing kembali meningkat," ujarnya saat acara 'Sambutan GBI dan Bankers Dinner tahun 2013' di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (14/11).
Agus melanjutkan pemerintah dan bank sentral berkomitmen menempuh berbagai kebijakan untuk mengawal perkembangan perekonomian tersebut. Ke depan, respon kebijakan difokuskan pada upaya menjaga stabilitas ekonomi sehingga proses koreksi dalam jangka pendek tetap terkendali.
"Kebijakan diarahkan untuk memastikan inflasi tetap terkendali, nilai tukar Rupiah terjaga, serta defisit neraca transaksi berjalan dapat ditekan menuju tingkat yang sehat," jelas dia.
Dalam arah kebijakan selama ini, BI telah memperkuat bauran kebijakan mulai dari menaikkan suku bunga acuan sebesar 175 bps menjadi 7,50 persen selama Juni sampai November 2013, memperkuat operasi moneter, melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah, memperkuat kebijakan makroprudensial, memperkuat kerja sama antar bank sentral dalam kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya