Kenaikan gaji, jurus Freeport bungkam protes karyawan
Merdeka.com - Akhir pekan lalu, tepatnya Jumat (18/10), Direktur Utama PT Freeport Indonesia Rozik B. Soetjipto bertandang ke kantor Kementerian Perindustrian. Dia menemui Menteri Perindustrian, MS Hidayat.
Pembicaraan utama keduanya tak lain soal gejolak yang terjadi di internal perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia tersebut. Bos Freeport curhat pada Hidayat mengenai perburuhan dan aktivitas serikat pekerjanya.
Freeport gerah lantaran serikat pekerja meminta kenaikan gaji 40 persen untuk jangka dua tahun ke depan. Para buruh diwakili Pengurus Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPKEP SPSI) cabang PT Freeport Indonesia makin intens berunding dengan direksi sejak awal bulan ini, setelah negosiasi sempat terhenti.
Merujuk data yang berhasil didapatkan Reuters (20/9), buruh Freeport rata-rata mendapat gaji Rp 4,6 juta hingga Rp 7,7 juta per bulan. Total karyawan Freeport Indonesia di Papua mencapai 24.000 orang, dengan tiga perempatnya bergabung dalam serikat pekerja.
Freeport Indonesia sempat dilanda unjuk rasa para pekerja di unit tambang Grasberg, Papua, sejak Juni lalu. Tuntutan utama mereka soal kenaikan gaji, terlebih selepas adanya insiden tambang runtuh yang memakan korban jiwa. "(Presdir Freeport) ngomongin ada kemelut buruh di sana, tapi sudah selesai. Mereka memang punya problem, kan buruhnya besar," kata Hidayat beberapa waktu lalu.
Tak berselang lama setelah pertemuan itu, PT Freeport menandatangani perjanjian bersama dengan serikat pekerja. Untuk meredam gejolak yang terjadi di kawasan pertambangan emas terbesar di dunia itu, petinggi Freeport setuju menaikkan gaji karyawannya. Namun, besarannya tidak sesuai dengan tuntutan awal yakni 40 persen. Freeport hanya mau menaikkan besaran gaji karyawan 20 persen saha. Itupun dicicil. Sebesar 10 persen di tahun 2014, dan 10 persen sisanya pada 2015.
"Pengusaha minta kenaikan cuma 10 persen dan kita mengajukan 40 persen. Tapi 20 persen (2 tahun) ini jalan tengahnya. Namanya manusia tidak ada puasnya. Tidak disepakati itu (40 persen) ya harus diterima," Ketua Serikat Pekerja Freeport, Sudiro di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (22/10).
Upaya Freeport meredam gejolak karyawan membuahkan hasil. Dengan kenaikan gaji 20 persen, karyawan sudah merasa puas. "Kesepakatan yah cukup memuaskan walaupun kenaikan bertahap. Biasanya setiap perundingan kita engga punya konsep. Sekarang sudah ada konsep ada kesamaan pemahaman sesuai arahan pemerintah. Diharapkan ke depannya (2016) akan lebih baik," ucapnya.
Tidak hanya kenaikan gaji, Freeport juga punya cara lain untuk meredam gejolak karyawannya. Caranya dengan tambahan bonus dan dana pensiun. Karyawan mendapat kenaikan tunjangan pensiun. Dari hitungan pensiun naik dari 1,5 menjadi 1,75. Namun dia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana menghitung besarnya pensiunan karyawan Freeport.
Masih ada jurus lain yang dikeluarkan Freeport agar protes karyawan tidak membesar. Perusahaan yang menginduk ke Freeport McMoran di Amerika Serikat ini juga menjanjikan bonus pada karyawannya. Selama ini tingkat penggajian karyawan tidak mengikuti standar Freeport pusat di Amerika. Oleh karena gaji tidak begitu besar, maka bonus akan diperbanyak.
"Bonus banyak lagi, ada bonus per hari, bonus yang naik itu bonus produksi. Tapi bonus tergantung produktivitas kerja tim. Setidaknya (dulu) 30 persen dari salary itu ada bonus," tegasnya.
Bos Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto mengatakan tidak mudah merumuskan kenaikan upah ini. Agar gejolak tidak kembali terjadi, dia berjanji menyejahterakan karyawannya.
Sebagai bos, dia tetap punya keinginan. Kenaikan gaji diikuti dengan tuntutan agar karyawan bekerja lebih loyal pada perusahaan. "Pertama saya tidak akan mengorbankan kesejahteraan perusahaan dan karyawan. Kedua, saya akan meminta kepada seluruh karyawan untuk bekerja semaksimal mungkin dan memberikan kontribusi tanggung jawab dan suasana kerja yang harmonis," kata Rozik.
Dia mengakui banyak kalangan pesimis kalau Freeport dan serikat pekerja akan mencapai kesepakatan. Bahkan tempat perundingan saja juga banyak yang mempermasalahkan.
"Persiapan perundingan ini mencapai 9 bulan. Banyak kalangan meragukan apa proses ini akan berlangsung dengan baik. Bahkan tempat berunding pun kami jadi masalah. Kami manajemen sama serikat pekerja sepakat selesaikan dengan musyawarah dan selesaikan dengan baik," katanya.
Namun demikian, Rozik tidak menyebut berapa gaji karyawan Freeport Indonesia dan berapa persentase kenaikan gajinya.
"Perjalanan panjang dan ini tidak masalah angka dan uang. Banyak hal yang kita bicarakan jauh lebih penting dari sekadar angka. Banyak keluhan kritik hubungan karyawan dan manajemen. Kita harus menjaga suasana yang baik kita tumbuh kembangkan dan kita implementasikan," tutupnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya