Kemudahan berbisnis RI naik, ini yang dirasakan pengusaha
Merdeka.com - Bank Dunia telah merilis mengenai prospek kemudahan bisnis atau Doing Business 2017. Berdasarkan situs resmi Bank Dunia, peringkat kemudahan bisnis di Indonesia naik ke peringkat 91 dari sebelumnya di peringkat 109.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan meningkatnya peringkat Indonesia dikarenakan semakin mudahnya mengurus izin investasi di Indonesia dengan program izin investasi 3 jam.
"Pertama, kalaupun ada izin satu pintu 3 jam, walau enggak sampai 3 jam, kadang 4,5,6 jam tapi itu patut diapresiasi. Kalau diliat dari mereka, good will-nya udah ada. Dan usahanya sudah banyak," ujar Rosan di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (26/10).
Selain itu, kata Rosan, adanya 13 paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan Presiden Joko Widodo untuk penyederhanaan birokrasi, perpajakan dan Daftar Negatif Investasi atau DNI yang dibuka.
"Kalau saya lihat pokok-pokoknya adalah ketiga itu. Itu mendorong kemudahan untuk berusaha atau ease of doing business yang diberikan. Kemudian yang banyak membantu adalah UMP yang jelas sekarang itu sangat signifikan," jelasnya.
Untuk itu, Rosan menambahkan pemerintah harus memangkas birokrasi secara besar-besaran. Hal ini untuk meningkatkan peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia.
"Negara lain bisa kok. Saya enggak bicara Singapura yang top 5. Tapi sama Thailand, Malaysia saja, mereka bisa nomor 40-an. Kita bisa banget. Tapi kuncinya emang rantai birokrasi yang panjang itu dipangkas habis-habisan. Menurut saya sih, dan harus agresif untuk pangkas baik yang di pusat maupun di daerah, itu aja," pungkasnya.
Walaupun naik peringkat, Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara lainnya. Seperti, Singapura (2), Malaysia (23), Thailand (46), Brunei Darussalam (72) dan Vietnam (82). Sementara, Indonesia unggul dari Filipina (99), Papua New Guinea (119), India (130), Myanmar (170) dan Timor Leste (175).
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya