Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemiskinan di Indonesia masih tinggi, ini buktinya

Kemiskinan di Indonesia masih tinggi, ini buktinya Kemiskinan kota meleset. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pengamat ekonomi, Aviliani menilai angka kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi. Ini terlihat dari konsumsi masyarakat yang masih terbilang rendah.

Menurut Aviliani, pemerintah perlu melakukan beberapa langkah untuk menaikkan konsumsi masyarakat. Salah satunya adalah bantuan untuk warga miskin.

"Saya melihat daya dorong untuk konsumsi yang belum tumbuh. Dari kredit konsumsi tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan yang saya rasa ini harus ada stimulus-stimulus ya pemerintah harus lihat misalnya untuk kemiskinan itu biasanya dana Bansos dan lain-lain," kata Aviliani saat ditemui dalam acara Rakornas Kadin, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (3/10).

Aviliani berpendapat, dana desa yang selama ini sudah digulirkan oleh pemerintah masih minim implementasinya. Terutama dalam hal mengentaskan kemiskinan di desa.

"Dana desa menurut saya itu sekarang implementasinya sangat lamban. Makanya di dalam Kadin kita usulkan bahwa bagaimana dana untuk desa itu jangan untuk infrastruktur tapi bagaimana untuk padat karya," ujarnya.

Dengan adanya padat karya, kata Aviliani, masyarakat di pedesaan bisa langsung merasakan uang yang mereka hasilkan. Selain itu, warga di pedesaan menjadi terlibat langsung dalam penggunaan dana desa.

"Sehingga itu langsung semacam gaji langsung kepada orang-orang. Melibatkan mereka dalam padat karya yang langsung diberikan kepada warga itu akan membuat konsumsi naik. Itu juga makanya perlu dirubah dana desa ini daripada menunggu infrastruktur yang lama mendingan untuk Padat Karya." (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP