Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kementerian PUPR pastikan infrastruktur di Indonesia mendapat pemeliharaan yang baik

Kementerian PUPR pastikan infrastruktur di Indonesia mendapat pemeliharaan yang baik Menteri Basuki saat membuka acara Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-14. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak hanya fokus pada pembangunan saja dalam penyediaan infrastruktur jalan dan jembatan. Namun, mereka juga memperhatikan aspek pemeliharaan yang juga penting. Bahkan, dibutuhkan biaya yang besar untuk memastikan kondisi infrastruktur tetap aman dan terjaga.

Di tahun ini, Kementerian PUPR mengalokasikan 57 persen dari Rp 41,6 triliun anggaran di Direktorat Jenderal Bina Marga untuk pemeliharaan jalan dan jembatan. Upaya lainnya adalah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dalam pengendalian beban kendaraan melalui jembatan timbang.

menteri basuki saat membuka acara konferensi regional teknik jalan krtj ke 14

Menteri Basuki saat membuka acara Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-14 ©2018 Merdeka.com

"Tanpa pengendalian ODOL (Over Dimension Over Loading), kita akan kesulitan menjaga keberlanjutan jalan. Untuk itu kita siap duduk bersama dengan Kementerian Perhubungan apakah tugas pemeliharaan jalan juga mencakup jembatan timbang," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya membuka acara Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-14 bertema “Jalan, Mobilitas, Keberlanjutan” yang diselenggarakan oleh Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) di Jakarta, Selasa (17/4).

Kata dia, pengendalian ODOL juga dibutuhkan. Karena tahun 2019 Kementerian PUPR untuk pertama kalinya akan menggunakan metode availability payment (AP) dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional. Untuk menyukseskannya, mereka menyiapkan anggaran sebesar Rp 5,1 triliun untuk tiga provinsi yakni Provinsi Riau, Sumatera Selatan dan Papua.

Melalui metode ini, pembangunan dan pemeliharaan jalan didanai terlebih dahulu oleh pihak swasta, kemudian Pemerintah akan membayar tingkat layanan jalan yang diberikan per tahunnya.

menteri basuki saat membuka acara konferensi regional teknik jalan krtj ke 14

Menteri Basuki saat membuka acara Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-14 ©2018 Merdeka.com

"Ini merupakan salah satu bentuk inovasi menjaga keberlanjutan jalan dari sisi pembiayaan. Saya juga menantang anggota HPJI untuk memunculkan satu inovasi teknologi melalui konferensi ini yang bisa diterapkan dalam pembangunan jalan dan jembatan di Indonesia. Saya akan memberikan reward," jelasnya.

menteri basuki saat membuka acara konferensi regional teknik jalan krtj ke 14

Menteri Basuki saat membuka acara Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-14 ©2018 Merdeka.com

Ditambahkan Basuki, pembangunan Jembatan Holtekamp di Provinsi Papua menjadi contoh penerapan inovasi teknologi mulai dari pembuatan sampai pengangkutannya. Jembatan ini adalah jembatan pelengkung baja pertama yang dibuat utuh di tempat lain dan dikirim ke lokasi proyek menggunakan kapal sejauh 3.200 km. Hasilnya penyelesaian jembatan lebih cepat 6 bulan dari rencana awal. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP