Kementerian PU-Pera siapkan 3 mega proyek senilai Rp 53 triliun
Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) tengah menyiapkan 3 megaproyek. Pertama, modernisasi Dermaga Merak dan Bakauheni untuk memperlancar penyeberangan. Kedua, pembangunan kawasan industri di Lampung. Ketiga, pembangunan jalan tol dari Bakauheni-Terbanggi Besar-Palembang-Tanjung Api Api.
Hal tersebut diungkapkan Menteri PU-Pera, Basuki Hadimuljono setelah bertemu dengan Menteri BUMN Rini Soemarno. Dikatakan Basuki, pertemuan tersebut membahas program pengembangan ekonomi Merak-Bakauheni-Palembang-Tanjung Api Api.
Basuki mengatakan total investasi untuk 3 mega proyek ini sekitar Rp 53 triliun. Sumber pembiayaannya dari swasta dan APBN. Dari jumlah itu, Rp 30 triliun dibutuhkan untuk pembangunan tol.
"Pendanaan sementara sedang dirapatkan untuk pembebasan lahan. Dananya dari APBN, khusus tanah sesuai dengan peraturan," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (9/1).
Saat ini, kata Basuki, pihaknya tengah menyusun masterplan, detil desain, rencana pembebasan lahan, sebelum mulai konstruksi.
"Detail desain termasuk dermaga, modernisasi dermaga Merak dan Bakauheni, pembebasan lahan untuk koridor tol," jelas dia.
Proyek itu berada di kawasan Selat Sunda dan sekitarnya. Pemerintah menetapkan kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Sumatera dan Jawa.
Untuk eksekusi proyek modernisasi Pelabuhan Merak dan Bakauheni, perusahaan BUMN akan dikerahkan. Sementara Kementerian PU dan Perumahan Rakyat hanya bertugas dalam hal pembebasan lahan.
Untuk pembangunan tol Bakauheni-Palembang panjangnya mencapai 434 Km. Tahap awal, tahun ini akan dibangun dari Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 138 km.
"Rute Bakauheni-Terbanggi Besar (Lampung Tengah) bisa diselesaikan dalam empat tahun, dengan catatan pembebasan lahan bisa selesai. Dua tahun ini dilakukan pembebasan lahan," ungkapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya