Kementerian PU-Pera dukung proyek smelter di Papua
Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) berjanji bakal menyedikan infrastruktur pendukung untuk kawasan industri di Timika, Papua. Ini menyusul rencana PT Freeport Indonesia membangun pabrik pengolahan dan pemurnian mineral di kawasan itu.
"Sebagai kawasan industri yang ada energinya dan tentu industri, dukungan Kementerian PU-Pera tentunya dalam bentuk jalan akses, air dan perumahan, itu pasti kami dukung. Anggarannya saat ini belum disusun, tapi pasti ada, untuk perumahan dan air, kami banyak programnya dan masih bisa," kata Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono dalam siaran pers, Senin (16/2).
Menurut Basuki, keberadaan smelter bakal mendorong Timika menjadi kawasan industri di Papua. Untuk itu, pihaknya akan mempersiapkan kawasan dan menyesuaikannya dengan rencana tataruang nasional.
"Untuk rencana pembangunan smelter ini Kementerian PU-Pera akan memberikan dukungan sepenuhnya dalam rangka tidak hanya membangun smelternya saja, tetapi sebagai salah satu aspek dari kawasan industri yang akan dibangun di Timika," ujarnya.
Basuki mengakui terdapat wilayah sulit ditembus menuju kawasan smelter, seperi rute Grasberg menuju Ilaga. Untuk itu, pemerintah meminta PT. Freeport Indonesia juga mendukung sepenuhnya upaya menerobos wilayah-wilayah sulit di Papua, terutama agar mempermudah penyaluran logistik.
Basuki menambahkan, pemerintah sebetulnya sudah memiliki detail desain dari Grasberg ke Ilaga, tetapi masih memerlukan tinjauan lebih dalam. Pasalnya di salah satu lokasi memerlukan terowongan atau memotong tebing setinggi 100 meter.
"Akan kami review kembali, supaya lebih optimal, ada beberapa kilometer yang memerlukan terowongan atau dengan pemotongan tebing setinggi 100 meter, dengan adanya perubahan desain akan lebih nyaman dan aman," terangnya.
Grasberg merupakan daerah yang berada di ketinggian 4200 meter diatas laut (mdpl) dan Ilaga pada posisi 2100 meter mdpl. Kondisi itu justru membuat Basuki putar otak agar kondisi jalan tidak terlalu curam maupun landai. Pasalnya untuk membuat jalan ada kriteria desain yang kecuramannya tidak boleh lebih dari 15 persen. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya