Kementerian PU-Pera bangun gudang pengembangan garam di NTT
Merdeka.com - Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian Perumahan Umum dan Pekerjaan Rakyat, Imam Santoso mengatakan, sejumlah lokasi akan disurvei untuk membuat pabrik garam. Selain pabrik, Kementerian PU-Pera bakal membuat lumbung atau gudang garam (reservoir).
"Air dari laut dimasukkan reservoirnya kemudian diendapkan kemudian disuling baru masuk ke pabrik. Ini satu sistem yang harus dilakukan bersama antar kementerian. Dari PUPR buat reservoirnya di depan," ujar Imam, di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Selasa (8/8).
Salah satu wilayah yang akan dibangun pengembangan garam adalah Kupang, Nusa Tenggara Timut. Di daerah tersebut tengah dikaji beberapa lahan yang akan dikaji untuk pembangunan pabrik garam.
"Di Kupang ada beberapa lahan yang akan kita kaji. Tahap awal ada 400 hektar. Kita akhir Agustus akan terjun ke lapangan. Apakah memungkinkan atau tidak," kata Imam.
Dia menambahkan, daerah Kupang dipilih karena kondisi air lautnya bagus untuk garam.
Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan tengah membahas pengembangan ekstensifikasi lahan garam di Indonesia bagian Timur.
"(Rapat) tentang pengembangan ekstensifikasi lahan garam tadi, tentang lokasi tanah-tanah di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nagakeo, kalau yang terlantar agar segera diproses, korporasi di PT garam harus masuk. Terus BPPT dari teknologinya. Seperti itu," ujar Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Brahmantya Satyamurti, di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (8/8).
Dia mengatakan, potensi lahan di Teluk Kupang sekitar 5.000 hektar. Sedangkan, di Nagakeo, masih terjadi perbedaan data. Di mana berdasarkan data di Kementerian Agraria dan Tata Ruang sekitar 700 hektar, sementara di KKP sekitar 1.700 hektar.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya