Kementerian ESDM sebut banyak trader gas hanya bermodal kertas
Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menengarai banyak pedagang (trader) gas hanya bermodal kertas dalam menjalankan usahanya. Dengan kata lain, mereka sama sekali tak memiliki infrastruktur untuk penyaluran gas.
Atas dasar itu, Kementerian bakal mewajibkan trader untuk membangun infrastruktur gas terlebih dulu. Kewajiban itu bakal dimasukkan ke dalam revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 tahun 2009 tentang kegiatan usaha gas bumi melalui pipa.
"Untuk menghindari harga gas naik berlipat-lipat dan trader gas palsu. Sekarang kan banyak trader cuma modal kertas saja. Dengan adanya revisi ini mereka tidak akan tutup tetapi paling tidak punya fasilitas. Izinnya dikasih waktu untuk membangun fasilitas itu. Intinya sedang dibahas," ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja di kantornya, Jakarta, Rabu (25/2).
Kementerian ESDM mencatat 25 perusahaan tidak memiliki infrastruktur gas bumi.
"Jumlahnya lebih banyak yang tidak memiliki depo. Ada 23 perusahaan yang punya infrastruktur dan yang tidak punya itu ada 24 perusahaan," pungkas dia.
Di sisi lain, pemerintah juga bakal membantu trader membangun infrastruktur gas. Caranya, memberikan insentif fiskal, berupa keringanan pajak.
Wiratmaja berharap revisi aturan itu selesai pada kuartal tiga tahun ini.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya