Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kementerian BUMN Sebut Skenario The New Normal Masih Berupa Kajian

Kementerian BUMN Sebut Skenario The New Normal Masih Berupa Kajian pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Menteri BUMN Erick Thohir mengeluarkan Surat Edaran Menteri BUMN S/336/MBU/05/2020 tentang Antisipasi BUMN Menghadapi The New Normal. Dalam surat tersebut, terdapat beberapa arahan Erick Thohir agar BUMN segera menyiapkan antisipasi menghadapi The New Normal. Terdapat pula tahapan pemulihan kegiatan #CovidSafeBUMN dengan jadwal spesifik.

"Jadi yang teman-teman lihat tanggal-tanggal itu, itu bukan instruksi. Tapi sebagai pedoman umum bagi BUMN menyiapkan protokol menghadapi The New Normal," kata Deputi Bidang SDM, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni dalam konferensi pers virtual, Senin (18/5).

Sehingga dia menjelaskan, skenario pemulihan kegiatan tersebut bukan sebuah jadwal paten, melainkan sebuah kajian. Dengan demikian, tidak ada kewajiban bagi yang ditujukan untuk mengikuti timeline jika memang ada beberapa faktor yang berbenturan, misalnya skenario kebijakan nasional dan aturan di daerah, yang secara periodik akan dievaluasi.

"Antar daerah beda-beda, misalnya di Jawa Barat, ada langkah yang sudah dilakukan Pak Gubernur," jelas Alex.

Lebih dari itu, The New Normal yang dimaksud dalam SE ialah sebuah kondisi kehidupan normal yang baru, bukan kembali kepada kenormalan yang sebelumnya. Maksudnya, dalam the New Normal, ada beberapa perubahan perilaku yang dilakukan masyarakat, misalnya selalu menjaga kebersihan, menerapkan protokol kesehatan dan lainnya.

Oleh karenanya, saat ini Kementerian BUMN mendorong kepada perusahaan-perusahaan pelat merah untuk menyiapkan dan memantapkan protokol antisipasi agar dapat mempengaruhi (influence) masyarakat menuju The New Normal. "Dalam konteks ini BUMN harus jadi role model menggerakkan masyarakat menuju The New Normal. BUMN ini lokomotif jadi mudah-mudahan masyarakat bisa segera masuk The New Normal secara alamiah tanpa intervensi keputusan," katanya.

Siapkan Protokol

Kementerian BUMN mendorong kepada perusahaan-perusahaan pelat merah untuk menyiapkan dan memantapkan protokol antisipasi agar dapat mempengaruhi (influence) masyarakat menuju The New Normal. Nantinya, protokol tersebut akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah.

Kemudian, tiap BUMN juga diarahkan untuk segera membentuk task force dengan referensi dari kajian kebijakan nasional. "Dengan itu makanya BUMN memastikan sebelumnya sudah siap, jadi kalau nanti 1 Juni dibuka, kita sudah punya protokol seminggu sebelum itu. Kita bukan nyelonong, tapi menyesuaikan dan mempersiapkan," jelasnya.

Bahkan, khusus untuk BUMN yang bergerak di bidang consumer seperti bank dan transportasi, kemungkinan akan ada protokol yang lebih ketat mengingat usaha di bidang tersebut pasti melibatkan banyak orang. "Sedang kami review, ada yang perlu diketatkan ada yang tidak, nanti kaitannya dengan produktivitas juga. Dalam konteks ini akan ada pembatasan kapasitas," tutupnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP