Kemensos evaluasi pelaksanaan program Rastra dan BPNT
Merdeka.com - Berdasar data Kementerian Sosial (Kemensos), hingga Maret 2018 penduduk miskin di Indonesia berjumlah 25,95 juta jiwa atau 9,82 persen. Untuk mengurangi beban keluarga miskin, pemerintah melalui Kemensos melakukan beberapa terobosan diantaranya dengan meluncurkan beras sejahtera (Rastra) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).
Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan Rastra yang baru setahun diluncurkan tersebut, Kemensos melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Dengan adanya evaluasi tersebut nantinya diharapkan masyarakat miskin akan terbantu serta tepat sasaran dalam penyalurannya.
"Kami inginkan ada penelitian komprehensif, evaluasi dalam pelaksanaannya. Harapannya customer atau masyarakat menjadi puas tidak ada masalah saat mengaksesnya," ungkap Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos, Andi Za Dulung dalam Seminar Hasil Pemantauan Bantuan Sosial Pangan Tahun 2018 di Hotel Cavinton Yogyakarta, Jumat (14/9).
Penelitian nantinya akan dikaji secara mendalam baik oleh stakeholder, penyalur, warung maupun bank penyalur. Dengan hasil tersebut nantinya akan diperoleh informasi yang lebih baik untuk meningkatkan kinerja.
Penelitian ini dilakukan di puluhan kabupaten maupun kota di Indonesia. Hasil evaluasi dengan melibatkan berbagai kalangan ini diharapkan nantinya mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
"Informasi yang kami terima melalui hasil penelitian ini sangat penting dan detil. Dengan hasil ini stakeholder kami harap mampu melaksanakan program yang sudah ada dengan sebaik-baiknya," kata Andi yang berafiliasi dengan Kemenko PMK tersebut.
Penurunan angka kemiskinan dari 10% menjadi 9% adakah sebuah potret kesungguhan pemerintah yang dilakukan dengan berbagai pendekatan dan program. Masing masing kementerian saling bersinergi untuk menurunkan angka kemiskinan.
Apa komponen yang menjadi faktor menurunnya angka kemiskinan? Ada kaitan dengan makin membaiknya sistem penanggulangan kemiskinan, kesungguhan lintas komponen menjalankan program pengentasan kemiskinan, konsistensi parameter yang terukur dan terkawal dengan baik.
Penelitian yang dilakukan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, bersama dengan Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin mengungkapkan salah satu parameter menurunkan angka kemiskinan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai memberikan kontribusi secara signifikan.
Ketahanan ekonomi warga miskin menjadi kuat, dan warga miskin mampu memenuhi dan mengelola kebutuhannya, berdasarkan hasil penelitian terjadi karena tercapainya program secara tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat harga, tepat manfaat, tepat administrasi.
Hasil penelitian menunjukkan dari sisi waktu, jumlah, harga sempurna mencapai angka 100%. Peran himpunan bank negara dan bulog yang menjadi mitra penyalur secara konsisten menopang kebutuhan warga miskin.
(mdk/hrs)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya