Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemenko Perekonomian Tepis Tudingan Kebakaran Hutan Untuk Pembukaan Lahan Sawit

Kemenko Perekonomian Tepis Tudingan Kebakaran Hutan Untuk Pembukaan Lahan Sawit Kebakaran hutan. ©Reuters/NASA

Merdeka.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menepis tudingan berbagai pihak, termasuk media yang menduga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sebagian Indonesia demi membuka lahan perkebunan kelapa sawit.

Menurut Penasihat Kemenko Perekonomian Li Chen We, narasi seperti itu tidak terkonfirmasi dengan fakta yang sesungguhnya. Terlebih lagi, pemerintah telah mengeluarkan Inpres Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit.

"(Dalam) Inpres Nomor 8 Tahun 2018," kata Li Chen We di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (8/10).

Selain itu, saat ini harga sawit juga dalam keadaan memprihatinkan. Harga kelapa sawit saat ini hanya di bawah Rp 500 per kilogramnya. Hal itu ditujukan dari keengganan para petani sawit untuk memupuk tanamannya.

"Jangan membakar, yang sudah ada saja tidak mau memelihara," papar Li.

Selain itu, jika ditinjau dari data penyebaran benih sawit, jika kebakaran hutan itu demi pembukaan perkebunan kelapa sawit, maka penjualan benih sawit pun akan terdongkrak. Namun nyatanya, penjualan benih sawit di pasaran masih terhitung rendah.

"Ketika orang tidak mau beli benih itu suatu indikasi. Kalau beli benihnya saja tidak ada apalagi mau menanam," ujar Li.

Begitupun jika ditinjau dari harga CPO atau minyak sawit, indikator masyarakat atau perusahaan akan menanam sawit ialah dapat dilihat dari harga CPO. Jika harganya naik, maka keinginan masyarakat untuk menanam sawit pun turut naik. "Kalau harga CPO rendah orang tidak ingin menanam," tandasnya.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP