Kemenkeu siap bebaskan bea masuk barang industri kreatif
Merdeka.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan membuka diri berdiskusi dengan pelaku ekonomi kreatif terkait keringan bea masuk bagi beberapa barang pendukung kegiatan ekonomi kreatif. Beberapa barang pendukung saat ini dinilai memang cukup mahal akibat berlakunya bea masuk.
"Mungkin karena ini relatif baru, artinya mungkin selama ini kita bergantung kepada impor dari jasa tersebut, sehingga memang belum banyak yang diberikan," kata Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (12/2).
Bambang mengatakan, diskusi tersebut sangat penting mengingat Kementerian Keuangan tidak memiliki kompetensi dalam hal pelaksanaan teknis sektor ekonomi kreatif. "Terus terang kami di Kementerian Keuangan ini tidak tahu barang apa saja yang sebaiknya di 0 kan. Terutama untuk mendukung industri kreatif," ungkap Bambang.
Beberapa barang terkait ekonomi kreatif, menurut Bambang, sudah mendapatkan pembebasan bea masuk. "Kita cek daftar tarif bea masuk untuk sebagian besar barang-barang yang terkait film, kamera dan seterusnya. Sebagian besar sudah 0 persen," ujar Bambang.
Apabila Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta pelaku industri kreatif memiliki daftar barang yang diharapkan bebas bea masuk, Kementerian Keuangan akan mempertimbangkan pembebasan bea masuk tersebut, dengan terlebih dahulu mendiskusikannya dengan Kementerian Perindustrian.
"Usulan tersebut tentunya kita harus confirm ke Kementerian Perindustrian. Jangan sampai nanti kita memberikan bea masuk 0, padahal barang tersebut ternyata sudah di produksi di Indonesia sehingga akhirnya merugikan daya saing produk dalam negeri tersebut," tutup Bambang. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya