Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemenkeu luncurkan surat utang baru Saving Bonds

Kemenkeu luncurkan surat utang baru Saving Bonds Kementerian Keuangan. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan instrumen surat utang baru berjenis Saving Bonds seri SBR001. Obligasi ritel ini diluncurkan unuk memerdalam pasar surat utang pemerintah sekaligus untuk menutup defisit. 

"Diluncurkan dua kali. Pertama di semester I yang diluncurkan hari ini dan di semester II-2014," kata Wakil Menteri Keuangan I Anny Ratnawati saat peluncuran SBR001 dikantornya, Jakarta, Jumat (2/5)

Dia menjelaskan Saving Bonds ini berbeda dengan  Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Saving Bonds tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder dan harus ditahan hingga jatuh tempo sekitar dua tahun.

"Melanjutkan sukses ORI sebelumnya, pemerintah berinovasi mengenalkan obligasi negara ritel bernama SBR. Dimana keduanya tidak pakai warkat (scriptless) sehingga investasi aman," jelas dia.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Robert Pakpahan, menambahkan SBR001 akan dipasarkan oleh 21 agen penjual. Adapun masa penawaran SBR001 mulai 2 Mei hingga 22 Mei 2014 dan diterbitkan pada 30 Mei 2014.

"Kami ingin meyakinkan seluruh pembiayaan akan dijaga pada level pemerintah yang aman, dan dibayar di masa pemerintah yang akan datang," ungkapnya.

Kupon Saving Bonds ditetapkan mengambang minimal sesuai suku bunga penjaminan LPS sebesar 8,75 persen dan akan  disesuaikan setiap 3 bulan. Pemesanan minimal  Rp 5 juta dan maksimal Rp 5 miliar. 

"Bunganya mengambang tapi ada minimum. Kita tidak berharap naik. Diharapkan SBR001 dipegang basis investor retail domestik."

Menurutnya, Saving Bonds memiliki peran strategis dalam upaya pendalaman pasar. Per April lalu, outstanding obligasi ritel sekitar 6 persen dari total Surat Berharga Negara (SBN) yang telah diterbitkan.

"Pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) perbankan sekarang mencapai Rp 3.750 triliun. Penerbitan instrumen baru jadi keharusan karena pemerintah masih terus terbitkan obligasi untuk refinancing maupun menutup defisit. Kita menambah instrumen baru untuk menambah jumlah investor domestik," katanya.

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP