Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemenkeu: Industri Fintech Bagai Dua Mata Pedang

Kemenkeu: Industri Fintech Bagai Dua Mata Pedang ilustrasi fintech. ©2018 thenextweb.com

Merdeka.com - Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan (PKSK) BKF Kemenkeu, Adi Budiarso menyebut bahwa inovasi digital seperti industri financial technology (fintech) bagaikan pedang bermata dua.

Sebab, hal ini tergantung bagaimana fintech itu disikapi. Di satu sisi, industri ini bisa menjadi akselerator digitalisasi. Namun, jika tak dikelola dengan baik, maka ini akan menjadi gangguan atau hambatan.

"Inovasi digital itu bisa menjadi dua mata pedang. Bisa menjadi akselerator, tapi juga bisa menjadi disruption kalau kita nggak siap,” ujar dia dalam media briefing Indonesia Fintech Summit, Rabu (11/11).

Adi menilai, fintech ini merupakan bagian dari proses iring-iringan digitalisasi untuk mendorong aktivitas ekonomi. Dalam catatannya, pertumbuhan fintech mencapai di atas 40 50 persen. "Dan coverage-nya luar biasa. Ada dukung platform, logistik, payment, big data dan seterusnya," kata Adi.

Adapun program pemerintah yang berkolaborasi dengan fintech antara lain penjualan SBN ritel yang dilakukan secara online dan sangat sukses.

"Kita harap SBN ritel dukung partisipasi rumah tangga dalam inklusi keuangan, beli SBN ritel. Bahkan kalau perlu lewat merchant seperti Alfamart dan Indomaret," jelas Adi.

Penyaluran Bansos

Selain itu juga ada penyaluran sejumlah bansos yang disalurkan melalui platform digital. Termasuk penyaluran insentif lewat Program Kartu Prakerja.

"Penggunaan e-money sudah masif. Pelaporan pembayaran pajak online diharapkan terjadi. Sudah ada e-filing, nanti e-payment dengan industri fintech yang bisa mendorong partisipasi masyarakat untuk bayar pajak," kata Adi.

Reporter: Pipit Ika Ramdhani

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP