Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemenkeu gandeng BI dan OJK optimalkan pasar keuangan Indonesia

Kemenkeu gandeng BI dan OJK optimalkan pasar keuangan Indonesia Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. ©2015 merdeka.com/sri wiyanti

Merdeka.com - Kementerian Keuangan menggandeng Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan guna melakukan pendalaman pasar finansial di Tanah Air. Itu diharapkan bisa mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini, potensi pasar keuangan dalam negeri belum optimal di garap. Ini terlihat dari jumlah dana deposito dalam negeri hanya 40,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Lebih rendah dari Singapura sebesar 137 persen, Malaysia sebesar 94 persen, dan Filipina sebesar 55 persen," katanya, Jakarta, Jumat (8/4)

Dia menambahkan, kapitalisasi pasar saham Tanah Air juga baru mencapai 45,2 persen PDB. Lebih rendah dari Thailand sebesar 104 persen dan Malaysia 156 persen.

Menurutnya, pendalaman pasar keuangan merupakan faktor penting untuk meningkatkan ketersediaan dana bagi pembangunan.

"Bersama BI dan OJK, pemerintah sepakat perlu upaya sinergi dalam menyusun strategi nasional yang komprehensif untuk pengembangan dan pendalaman pasar modal."

Hal senada diungkapkan Ketua OJK Muliaman D Hadad. Menurutnya, pendalaman pasar keuangan menjadi tanda kemajuan suatu negara.

"Di Indonesia, rasio aset keuangan terhadap PDB masih rendah. Maka ruang untuk tumbuh dan berkembang masih sangat besar. Maka ini jadi hal yang perlu kami lakukan," katanya.

Meski begitu, lanjutnya, pendalaman pasar keuangan harus disertai dengan penguatan pengawasan. Ini untuk mencegah risiko yang muncul seiring proses pendalaman pasar keuangan.

"Kami akan terus mendorong pendalaman ini terutama di pasar modal dan peran yang optimal bagi industri keuangan bukan bank." (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP