Kemenhub: Tingkat kecelakaan pesawat di Indonesia menurun
Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, tren tingkat kecelakaan pesawat di Indonesia mulai turun dua tahun terakhir. Dari hitungan Kementerian, tingkat kecelakaan pesawat di Indonesia cukup rendah. Yakni di bawah 1 persen.
Kepala Pusat Komunikasi Kemenhub Bambang S Ervan menjelaskan penghitungan tingkat kecelakaan dihitung dari rasio jumlah penerbangan dibandingkan kecelakaan yang terjadi.
"Jadi rasionya dari 1 juta penerbangan berapa kecelakaannya. Di Indonesia 2-3 tahun terakhir sudah menurun. Kita juga sudah mengambil langkah-langkah kerja sama dengan Australia, Amerika untuk meminimalisir kecelakaan ini," jelas Bambang di Hotel Milenium, Jakarta, Selasa (16/4).
Bambang mengatakan kejadian yang menimpa pesawat, harus dibedakan antara insiden dan kecelakaan. Yang masuk kategori insiden adalah pecah ban dan lain sebagainya. Sedangkan yang masuk kategori kecelakaan, salah satunya yang dialami Lion Air di Bali akhir pekan lalu.
"Kecelakaan kita di bawah rata rata, jangan dilihat insiden, insiden itu kaya pecah ban ada juga serius insiden. Namun setiap serius insiden akan dilakukan penelitian yang mendalam," jelas Bambang.
Terkait kecelakaan Lion Air di Bali dia menyebut saat ini diteliti oleh KNKT. "Kecelakaan itu masih diteliti KNKT, kajian investigasi. KNKT terdiri dari panel ahli mulai ahli engineering, ahli pilot, navigasi, ahli cuaca. Ahli menangani human factor," tutupnya.
Dari data KNKT, jumlah kecelakaan pada 2007 mencapai 21 kecelakaan. Tahun 2008 terjadi 21 kecelakaan, 2009 terjadi 21 kecelakaan. Pada 2010 menurun menjadi 18 kecelakaan, 2011 melonjak drastis menjadi 32 kecelakaan, dan 2012 turun menjadi 27 kecelakaan. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya