Kemenhub tak mau ikut campur proyek kereta cepat BUMN dan China
Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menginginkan agar kereta cepat Jakarta-Bandung tetap terealisasi. Bahkan Rini telah berkunjung China dan mengajak mereka untuk kerjasama dengan BUMN dalam proyek ini.
Menurut Rini, China menyanggupi persyaratan yang ditetapkan Indonesia dalam pembangunan kereta api cepat, yakni bahwa pembangunannya dilakukan murni secara bisnis (b to b) tanpa jaminan atau pendampingan pemerintah, serta tidak menggunakan APBN.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko tidak mempermasalahkan kerjasama Rini Soemarno dengan China. Menurutnya, pihak Kementerian Perhubungan tidak ingin ikut campur urusan BUMN dengan China.
Namun demikian, jika proyek ini direalisasikan, pihak Kemenhub akan tetap memantau dari segi teknis dan prosedur keselamatan.
"Kalau proyek ini gagal enggak tahu nanti. Otomatis kami tidak bisa kasih fasilitas apa-apa," ujarnya di Kantornya, Jakarta, Kamis (1/10).
Dia menambahkan, pihaknya tidak melarang China dan BUMN membangun kereta yang rencananya berkecepatan 200-250 Km per jam tersebut, selama tidak menggunakan APBN. Sebab pihaknya hanya bertugas mengawasi aspek keselamatan.
"Kalau kereta cepat menggunakan anggaran pemerintah enggak boleh. Kalau swasta silakan, ini kan (proyek) BUMN dan swasta," terangnya.
Mengenai adanya rencana China memberikan pinjaman dan pembangunan proyek kereta cepat ini, Kemenhub tidak menjadi masalah. Prioritas utama adalah keselamatan dan tidak menggunakan anggaran negara.
"Pembiayaan dari manapun tetap jalan, yang penting teknisnya memenuhi," tutupnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya