Kemenhub siap ambil alih proyek LRT
Merdeka.com - Kementerian Perhubungan mengaku siap ambil alih seluruh proyek kereta ringan atau light rapid transit (LRT) yang saat ini tengah dihentikan sementara terkait pembiayaan. Kemenhub saat ini masih menunggu keputusan Presiden Joko Widodo soal kelanjutan proyek LRT.
"Kita siap saja apabila seluruhnya dibiayai APBN dan BUMN asalkan hal itu memang keputusan ratas (Presiden Jokowi)," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko seperti dilansir Antara, Selasa (10/5).
Hermanto menegaskan wacana pengambilalihan dikarenakan Pemprov DKI Jakarta merasa keberatan. Sebab, proyek tersebut memiliki nilai investasi mencapai Rp 100 triliun.
Karena itu, lanjut dia, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi agar proyek LRT tersebut seluruhnya didanai APBN dengan alasan lintas provinsi.
"Kemenhub hanya melaksanakan tugas sesuai ratas, kalau Presiden yang memerintahkan, urusan dana tinggal di Kemenkeu," katanya.
Hermanto menambahkan proyek tersebut merupakan proyek jangka panjang dari 2016 hingga 2019. Terkait skema pembiayaan, kata dia, pemerintah harus merevisi terlebih dahulu Perpres nomor 98 tahun 2015 sesuai keputusan rapat terbatas yang dilakukan Presiden Jokowi.
Dalam Perpres nomor 98 Tahun 2015, penyelenggaraan LRT dilakukan oleh Kemenhub dan BUMN, yaitu PT Adhi Karya yang saat ini perkembangan pembangunannya sudah tiga persen.
Trase yang dibiayai Kemenhub, yaitu yang terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi, di antaranya Jatiwaringin-Bekasi Timur (13 km) dan Cibubur-Tanah Baru (25 km) dan Tanah Baru-Baranangsiang (6,3 km) yang memakan biaya hingga Rp 23 triliun.
Sementara itu, dalam Perpres nomor 99 Tahun 2015 memuat penyelenggaraan yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, di antaranya trase Cawang-Dukuh Atas (10,5 km), Dukuh Atas-Senayan (5,7 km), Palmerah-Grogol (5,7 km), Cibubur-Cawang (14,3 km) dan Cawang-Jatiwaringin (5,3 km), termasuk trase yang menghubungkan tempat-tempat untuk Asian Games 2018 yang mencapai Rp 100 triliun.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya