Kemenhub: Ojek online lebih ekonomis dibanding angkutan lain
Merdeka.com - Layanan ojek berbasis aplikasi saat ini menjadi pilihan utama alternatif transportasi masyarakat. Pasalnya, ojek online ini menawarkan harga yang ekonomis dibanding angkutan lainnya.
"GoJek, Grab Bike dan teman-temannya itu dinilai lebih ekonomis. Dari Cibinong ke Jakarta Rp 10.000-15.000 siapa yang tidak mau? Kalau mereka naik angkutan umum lain itu harus beberapa kali berganti, tentu biaya yang dikeluarkan juga lebih banyak" ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Djoko Sasono dalam acara Coffee Morning di kantornya, Senin (26/10).
Selain itu, kata dia, ojek online juga memberikan kenyamanan kepada para penumpangnya. Menurut Djoko, para pelanggan ojek online bisa mencapai tempat tujuan tanpa berganti angkutan umum. Di samping itu, pengemudi ojek online bisa menjemput pelanggan sesuai pemesanan oleh pelanggan.
"Meskipun kalau naik ojek itu muter-muter karena tidak lewat tol misalnya, tapi kan naik ojek online ini kan lebih bisa diprediksi karena tidak harus berhenti-berhenti atau berpindah moda transportasi," ujar Djoko.
Kendati demikian, layanan ojek online tidak bisa dijadikan transportasi umum. "Sepeda motor itu kan sangat rentan kecelakaan," kata dia.
Untuk itu, Kemenhub bakal menertibkan dan mencari cara transportasi yang aman sesuai dengan UU lalu lintas. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya