Kemenhub: Muatan berlebihan bikin kapal Wihan Sejahtera tenggelam
Merdeka.com - Kementerian Perhubungan menduga penyebab tenggelamnya Kapal Motor (KM) Wihan Sejahtera di Surabaya akibat tidak benarnya pemasangan pengait pada kendaraan yang terdapat di lambung kapal. Namun, Kemenhub meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk investigasi penyebab tenggelamnya kapal.
"Mungkin ada kendaraan yang ada di dalam lambung kapal itu ada kaitannya, biasanya itu dia pakai seling agar pergerakannya mungkin tidak terlalu baik, kalau bergerak keseimbangan kapalnya bisa terganggu," ujar Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Hotel The Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (17/11).
Namun, Kemenhub telah meminta KNKT untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab tenggelamnya kapal jurusan Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut.
"Saya sudah minta KNKT untuk melakukan investigasi," tegas mantan Bos KAI ini.
Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), hari ini, Selasa (17/11), mulai melakukan penyelidikannya terkait kecelakaan laut yang dialami Kapal Motor (KM) Wihan Sejahtera pada Senin (16/11). Namun, KNKT belum berani memastikan penyebab tenggelamnya kapal berpenumpang ratusan orang tersebut.
"Karena kami masih memerlukan data serta bukti-bukti yang bisa menjadikan hasil analisa kami nanti," terang Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Pelayaran KNKT, Capt Aldrin Dalimunte di Kantor Kesyahbandaran, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Aldrin juga mengatakan, investigasi yang dilakukan pihaknya hari ini cukup baik, meski belum bisa menyampaikan hasilnya.
"Cukup baik. Dan semua dari pada, instansi terkait memberikan koordinasi cukup baik. Jadi kami cukup leluasa melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti," sambungnya.
Penyelidikan yang dilakukan KNKT terbagi dua tim. Tim pertama bertugas melakukan oleh TKP dan tim kedua bertugas untuk wawancara dengan pihak-pihak kapal.
Sementara dari informasi yang dihimpun di lapangan, berdasarkan surat persetujuan berlayar yang ditandatangani Syahbandar Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada 16 November 2015, jumlah ABK KM Wihan Sejahtera ada 25 orang. Sedangkan jumlah manivest penumpang kapal saat tiba di Surabaya ada 44 penumpang, ditambah 27 penumpang dari Pelabuhan Tanjung Perak.
Total 91 orang ada di dalam KM Wihan Sejahtera saat berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak pada 16 November lalu. Namun, saat terjadi kecelakaan, ada yang menyebut jumlah penumpang 153, tidak termasuk ABK, dan ada juga yang menyebut 163 ditambah 25 ABK.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya