Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemenhub hingga polisi blak-blakan soal sebab kemacetan jalur mudik

Kemenhub hingga polisi blak-blakan soal sebab kemacetan jalur mudik Macet di Tol Cipali. ©2015 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Kemacetan parah yang terjadi di kawasan Brebes ke arah Purwokerto Jawa Tengah melalui Ketanggungan semakin menjadi. Selain itu, kendaraan yang akan menuju wilayah Banyumas juga tidak bergerak.

Menurut seorang pemudik dari Jakarta yang akan menuju Kebumen, Rusli Abdullah (33), pagi ini atau Senin (4/7) banyak kendaraan yang mulai kehabisan bensin karena tidak ada SPBU di jalur alternatif Ciledug-Ketanggungan.

"Dari jam 15.00 sampai saat ini belum sampai ke pertigaan dekat tol keluar Pejagan. Saya masih tidak bergerak di Ketanggungan," katanya.

Kondisi serupa dialami pemudik dari Jakarta menuju Cilacap, Eva yang terjebak kemacetan sejak keluar Tol Brebes. "Sampai sekarang tidak ada tanda lalu lintas akan bergerak," katanya.

Kemacetan yang dialaminya terjadi sejak pukul 07.00 pada Minggu (3/7) pagi. Saat ini, diakui Eva, persediaan berupa bekal makanan yang dibawa dari rumah juga menipis.

Lalu apa saja indikasi penyebab macet parah yang terjadi sepanjang jalur mudik versi pemangku kepentingan di negeri ini? Berikut merdeka.com akan merangkumnya untuk pembaca.

Volume kendaraan tak sebanding dengan kapasitas jalan

tak sebanding dengan kapasitas jalanRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Hemi Pamuraharjo mengakui, kemacetan yang terjadi di sepanjang tol Pejagan hingga Brebes Timur akibat tingginya volume kendaraan. Diakui, kapasitas jalan tidak mampu menampung pengguna jalan dalam satu waktu."Kita bicara dengan fasilitas yang ada dengan kendaraan yang menggunakan fasilitas tersebut. Kalau fasilitas memang tidak bisa menampung, mau direkayasa kaya apapun ya akan sulit untuk menampung," ujarnya saat dihubungi merdeka.com di Jakarta.

Pasar tumpah

kemenhub hingga polisi blak-blakan soal sebab kemacetan jalur mudikRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah daerah sigap dalam mengatasi penyebab kemacetan selama mudik tahun ini. Anggota Komisi V DPR Epyardi Asda menilai kemacetan yang sering terjadi akibat adanya pasar tumpah di sejumlah daerah. Pihaknya meminta agar pemerintah daerah dapat menyelesaikannya dengan mengerahkan seluruh aparatnya. "Bisa terurai apabila Pemda dapat menertibkannya," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta.

Antrean panjang SPBU

spbuRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, penyebab kemacetan selama mudik salah satunya yang terjadi di pintu keluar tol Brebes Timur disebabkan oleh banyak pengemudi mengantre masuk SPBU usai keluar gerbang tol."Banyak pengemudi yang hendak mengisi bensin akibat kehabisan bensin," ujarnya seperti dilansir Antara, Jakarta.Selain itu, lanjutnya, banyak kendaraan yang berhenti di bahu jalan. "Ditambah lagi hanya empat gate loket yang dibuka," kata Martinus.

Pengemis di jalanan

jalananRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul menambahkan, di sisi lain, kemacetan di jalur Pantura terjadi akibat banyaknya pasar tumpah dan adanya warga yang meminta-minta di Jembatan Sukra, Indramayu.Kementerian Perhubungan menganggap Pemerintah Daerah (Pemda) tidak mengantisipasi kemunculan pasar tumpah dan pengemis di sepanjang jalan tol. "Itu kan urusannya Pemda. Kita sudah ngomong kan sama pemda, kalau semua tidak bisa konsisten dan komitmen dengan apa yang sudah dibahas jadi ya begitu. Semua kan perlu itu perlu komitmen untuk melaksanakan koordinasi yang sudah ditetapkan," tutur Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Hemi Pamuraharjo.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP