Kemenhub bentuk tim khusus tangani putusnya arus kereta api akibat banjir
Merdeka.com - Jalur perjalanan kereta api (KA) sempat terganggu dibeberapa titik akibat tingginya intensitas hujan yang terus-menerus mengguyur sebagian wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Cirebon yang mengakibatkan meluapnya sungai Cisanggarung, pada Jumat (23/2) malam. Akibatnya, sebagian perjalanan kereta terputus karena banjir.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan telah membentuk tim khusus untuk menangani masalah tersebut, sehingga dia meyakini masalah ini bisa cepat teratasi. Nantinya, tim tersebut akan melakukan identifikasi untuk menanggulangi bencana banjir.
"Antisipasinya adalah menanggulangi banjir itu sendiri. Banjir itu kan dari daerah asal airnya itu seperti apa bisa. Kita membuat seperti tangkapan air bisa juga menyalurkan tempat lain, perlu dilakukan identifikasi yang terjadi bagaimana dan bagaimana," kata Menteri Budi saat melakukan peninjauan di Terminal Bandar Udara Budiarto, Curug, Banten, Sabtu, (24/4).
Setidaknya dari kejadian itu, di wilayah Daop 3 Cirebon, ada dua lokasi yang mengalami banjir dan membuat terganggunya perjalanan kereta. Pertama, sekitar pukul 00.13 WIB di KM 253+300 s/d 254+400 antara Stasiun Ketanggungan - Stasiun Ciledug (arah Purwokerto) sepanjang 700 meter. Ketinggian air mencapai 90 cm.
Kedua, di KM 185+500 s/d KM 186+600 antara Stasiun Tanjung - Stasiun Losari (arah Tegal). Sekitar pukul 12.30 WIB terjadi banjir dengan ketinggian air 50 cm di atas rel.
Meski demikian, hingga sampai saat ini belum mendapatkan laporan dari Dirjen Perkeretaapian terkait dengan terputusnya arus KA. "Saya akan dapat laporan dari dirjen nanti jam tiga ya," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya