Kemendag tak yakin bawang bikin inflasi melonjak

Reporter : Ardyan Mohamad | Senin, 1 April 2013 14:29




Kemendag tak yakin bawang bikin inflasi melonjak
harga bawang mulai turun. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan kenaikan inflasi sepanjang Maret lalu ikut didorong sektor makanan minuman. Tingkat inflasi bahan makanan mencapai 0,36 persen.

Meski demikian, Kementerian Perdagangan mengaku belum melihat keterkaitan langsung antara kenaikan inflasi dengan lonjakan harga bawang putih bulan lalu yang sempat menembus Rp 120.00 per kilogram.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi menyatakan pihaknya akan mempelajari datanya lebih lanjut walau sekilas seharusnya kenaikan harga bumbu dapur itu berpengaruh.

"Tentunya akan ada dampaknya (terhadap inflasi), tapi saya lihat (harga bawang) kan elemen kecil dari kelompok makanan sehingga pengaruhnya seharusnya enggak begitu besar," ujarnya selepas mengikuti rapat dengan Komisi VI di DPR, Senayan, Senin (1/4)

Sebelumnya, Kepala BPS Suryamin menyatakan pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan pangan mendorong inflasi Maret. Andil inflasi pada bulan Maret menurut komponennya antara lain umum sebesar 0,63 persen, inti 0,06 persen, harga diatur pemerintah 0,05 persen dan bergejolak 0,52 persen.

"Andil inflasi menurut kelompok pengeluaran bulan Maret antara lain bahan makanan sebesar 0,63 persen, makanan jadi rokok dan tembakau 0,51 persen dan perumahan air 0,07 persen," ungkap Suryamin.

Jika nantinya ada andil besar kenaikan inflasi akibat bawang putih, Bachrul menjanjikan bulan ini bumbu dapur itu tidak akan lagi menggerus daya beli masyarakat. Pasalnya, harga jual bawang putih di pasaran akan turun.

Hal ini disebabkan kebijakan pemerintah menggelontorkan tambahan pasokan 10.000 ton bawang dari Surabaya, serta tren turunnya harga beli bawang di China sejak akhir bulan kemarin.

"Harga (bawang putih impor) sudah menurun drastis, harga akan terus meluncur ke bawah sekarang karena harga beli di China turun, kemarin (importir) beli USD 1.500 per ton, sekarang di China sudah USD 800 per ton, sehingga harga jual di pasaran (Indonesia) nantinya distributor bisa jual Rp 9.000 per kilogram," paparnya.

Dari laporan pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur pekan lalu, harga bawang putih sudah mengalami penurunan. Distributor telah melepas bawang ke pasar seharga Rp 16.000-18.000 per kilo, sehingga di tingkat pedagang eceran pemerintah berharap harga jual ke masyarakat bisa kurang dari Rp 20.000 per kilogram.

[noe]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • MK tolak 5 gugatan UU Pilkada
  • Diiming-imingi duit Rp 4 ribu, bocah 12 tahun disodomi tetangga
  • Nama 34 menteri sudah fix, Jokowi siap umumkan
  • Kadin: Investor di depan pintu, tunggu Jokowi benahi birokrasi
  • IHSG melejit ke 6.000 tahun depan jika Jokowi naikkan harga BBM
  • Bawa ganja 24 Kg, kakek mantan vokalis band dokter X ditangkap
  • Awas, kebiasaan ini tingkatkan risiko penyakit menular seksual!
  • Pengusaha roti tunggu realisasi janji pro UKM Jokowi
  • Lion Grup kuasai Bandara Halim, AirAsia minta tak semena-mena
  • Sosok Honda CB150R facelift terungkap
  • SHOW MORE