Kemendag Ramal Harga Daging Ayam, Sapi dan Kedelai Bakal Naik
Merdeka.com - Kementerian Perdagangan memprediksi akan terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas penting antara lain daging ayam ras, kedelai dan daging sapi. Kenaikan terjadi pada komoditas tersebut disebabkan oleh berbagai hal.
"Daging ayam ras terjadi over produksi livebird, sehingga harga livebird di peternak cenderung fluktuatif dan seringkali di bawah HPP peternak," demikian dikutip data Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (16/9).
Tingginya harga input seperti DOC Broiler yang berada di atas harga acuan serta naiknya harga pakan karena kenaikan harga jagung dan kedelai dunia memberikan tekanan yang lebih besar bagi peternak di tengah penurunan harga livebird di bawah harga acuan.
Sementara itu, tren kenaikan harga sapi bakalan di negara eksportir sejak pertengahan 2020 memicu kenaikan harga di tingkat eceran nasional. Rata-rata harga sapi bakalan di Australia pada Agustus 2021 sebesar USD3,735 per ton (MLA), turun 3,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya namun lebih tinggi 29,68 persen dibandingkan rata-rata pada Agustus 2020.
"Adanya penundaan pemasukan (wait and see) sapi bakalan oleh feedloter karena harga sapi di Australia masih relatif tinggi. Proyeksi harga, harga berpotensi naik akibat kenaikan harga sapi bakalan di negara eksportir," tulis Kemendag.
Selanjutnya, harga kedelai dalam negeri masih cenderung tinggi apabila dibandingkan kondisi normal sebelum pertengahan 2020. Hal ini disebabkan oleh tingginya harga kedelai dunia.
Di mana pada minggu II September 2021 sebesar USD 12,69 per bushels (Rp7.955 per kg landed price), turun 1,45 persen dibanding seminggu sebelumnya USD 12,89 per bushels (Rp8.072 per kg landed price). "Tingginya harga ini berdampak pada penyesuaian harga di tingkat importir dan pengrajin."
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya