Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemendag-PUPR gelontorkan Rp 739 miliar kembangkan stadion dan pasar

Kemendag-PUPR gelontorkan Rp 739 miliar kembangkan stadion dan pasar Kerja sama pengembangan stadion dan pasar. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama, terkait renovasi dan pengembangan Stadion Manahan Surakarta, pembangunan Pasar Atas Bukittinggi, dan rehabilitasi Pasar Johar di Semarang.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, wewenang pembangunan ini untuk selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada Kementerian PUPR sebagai pihak pelaksana.

"Penyelesaian pasar-pasar besar termasuk pasar induk, di anggaran 2019 setelah diselesaikan persyaratan dan lain-lain, kita serahkan kepada Ditjen Cipta Karya atas izin Menteri PUPR (Basuki Hadimuljono)," ungkap dia di Ruang Pendopo Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (20/8).

Total pengerjaan ketiga pasar tersebut tercatat menghabiskan dana sekitar Rp 739 miliar. Dengan rincian, Stadion Manahan Rp 301 miliar, Pasar Atas Bukittinggi Rp 292 miliar, dan Pasar Johar Semarang Rp 146 miliar.

Stadio Manahan dikerjakan secara Kerja Sama Operasional (KSO) antara PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Penta Rekayasa untuk kontrak tahun jamak 407 hari. Proyek ini ditargetkan selesai 31 September 2019.

Pasar Atas dilaksanakan kontrak tahun jamak 495 hari secara KSO oleh PT Brantas Abipraya dan PT Penta Rekayasa dengan target kelar 27 Desember 2019. Sementara Pasar Johar dikerjakan secara kontrak tahun jamak 480 hari dengan pelaksana PT Nindya Karya (Persero) Tbk Wilayah II, dengan target rampung 8 Desember 2019.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, koordinasi dengan Mendag ini merupakan bentuk sinergi antar lembaga kabinet kerja untuk dapat mencapai tujuan terbangunnya pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi lokal.

"Harapannya, bisa membangun dengan baik dan memberi contoh kepada pelaksana di daerah, bagaimana melaksanakan pembangunan dengan baik sesuai kaidah kita di Kementerian PUPR," sebutnya.

Dia pun memperingatkan kepada pihak kontraktor untuk selalu memperhatikan faktor kesehatan, kemananan dan keselamatan kerja (K3) dalam proses pengerjaannya. Selain itu, ia mengatakan, Kementerian PUPR yang akan menanggung beban biaya dari konstruksi tiga pasar ini.

"Pak Enggar ini cuman perintah, uangnya suruh cari sendiri. Itulah bentuk seni kerjasama yang baik," dia menandaskan.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP