Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemendag: Mahalnya harga telur dan daging ayam di luar ekspektasi kami

Kemendag: Mahalnya harga telur dan daging ayam di luar ekspektasi kami Harga telur ayam naik. ©2017 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim harga ayam dan telur terus mengalami penurunan sejak melonjak tajam setelah Idul Fitri lalu. Namun demikian, Kemendag mengakui belum mampu membuat harga kedua komoditas tersebut kembali ke level normal.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Tjahja Widjayanti mengatakan, sebenarnya kenaikan harga ayam dan telur usai Lebaran di luar perkiraan pemerintah. Bahkan kenaikan ini hingga menjadi pemicu inflasi pada Juli 2018 yang sebesar 0,28 persen.

"Inflasi bulan Juli dipicu oleh kenaikan harga daging ayam dan telur. Dan memang ini di luar ekspektasi kami. Karena kami menyangka setelah Lebaran harga ayam dan telur akan turun, tetapi ternyata naiknya luar biasa," ujar dia dalam Seminar Nasional Menelaah Model Konsumsi Pangan Indonesia Masa Depan di Jakarta, Rabu (8/8).

Menurut Tjahja, sebenarnya saat ini harga ayam dan telur di tingkat peternak telah mengalami penurunan. Sebagai contoh, harga telur di peternak berada di kisaran Rp 17 ribu per kg. Namun sayangnya harga telur di pasaran saat ini masih berada di harga Rp 25 ribu per kg.

"Harga telur sebenarnya saat ini sudah turun di farm gate sebesar Rp 17 ribu. Harga acuannya sekitar Rp 18 ribu, harga batas bawah (di peternak) sekitar Rp 17 ribu, batas atasnya Rp 19 ribu. ‎Dan sampai saat ini kami belum bisa menurunkan secara signifikan, bahkan sampai harga acuan sekalipun. Jadi harga masih di atas harga acuan," jelas dia.

Sedangkan kondisi saat ini, ada dua pendapatan di kalangan pelaku usaha perunggasan. Ada yang menyatakan jika mereka masih merugi, namun ada juga yang mengatakan sudah mendapatkan untung dengan level harga saat ini.

"Mereka sudah teriak-teriak. Karena harga faktor produksinya naik, harga DOC-nya naik, harga jagung naik. Kemarin kami juga sudha panggil industri pakan dna DOC. Mereka menyampaikan kami tidak bisa mempending kenaikan harga ini. Karena harga yang sebenarnya sudah kita pending beberapa saat. Tetapi ada beberapa pelaku perunggasan, bahwa dengan harga DOC dan pakan saat ini sebenarnya mereka sudah mendapatkan margin yang cukup," tandas dia.

Reporter:‎ Septian Deny

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP