Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemendag gelar pasar murah di 400 pondok pesantren

Kemendag gelar pasar murah di 400 pondok pesantren Pasar murah. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan sejumlah perusahaan swasta mengadakan pasar murah di 400 titik pondok pesantren (ponpes) di seluruh Indonesia. Jawa Tengah menjadi provinsi pertama pelaksanaan pasar murah dan akan diikuti oleh provinsi-provinsi lainnya di Indonesia.

Pasar murah dimulai hari Rabu (24/5) di Ponpes wilayah Klaten. Di antaranya Ponpes Fathul Huda, Karang Kembang, Ponpes Darul Qur’an, Puluh Watu, Karangnongko dan Ponpes Darusssalam Al Ijaaz, Manisrejo, Ngemplak.

Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana mengatakan, pasar murah di Jawa Tengah dimulai pada 23-25 Mei 2018. Dirinya mendapat jatah kunjungan ke Kota Solo, Klaten, dan Sukoharjo.

"Pasar murah hari ini akan berlangsung di sejumlah pesantren, yaitu Pondok Pesantren Al Muayyad Windan Makamhaji dan Rumah ketua Muslimat NU Desa Ngebuk Kecamatan Sukoharjo. Kunjungan di Solo terdapat dua titik yaitu SMA Batik 2 dan Pondok Pesantren Az-zayadiyy Kecamatan Laweyan, " ujar Evadisela pelaksanaan pasar murah di Pesantren Al Muayyad, Makamhaji, Kartasura, Jumat (25/5).

Eva menjelaskan, pelaksanaan pasar murah ini bertujuan untuk membantu warga yang belum sejahtera mendapatkan bahan pokok dengan harga yang sangat terjangkau. Di Kota Solo, penyelenggaraan pasar murah merupakan hasil kerja sama dengan PT Artha Graha Peduli yang menyalurkan dana tanggung jawab sosial (CSR) kepada masyarakat dalam bentuk bahan pokok dengan harga terjangkau.

"Kami siapkan 500 paket sembako senilai Rp 100.000 yang dijual hanya dengan harga Rp 50.000. Paket tersebut terdiri atas beras 5 Kg, gula pasir 2 Kg, minyak goreng 2 liter, dan sirop 1 botol," jelasnya.

Eva menerangkan, hasil penjualan paket sembako tersebut akan disumbangkan kembali ke pesantren. Dengan demikian, lanjut dia, selain menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, pasar murah ini juga memberikan kontribusi untuk pemberdayaan pesantren.

Eva mengemukakan, kegiatan pasar murah Ramadan ini juga digunakan jajaran Kemendag untuk memantau harga kebutuhan pokok di kabupaten/ kota tempat pasar murah diadakan. "Sehingga jika terjadi lonjakan harga atau kelangkaan stok dapat diambil langkah antisipasi. Hingga saat ini, rata-rata harga bahan pokok di seluruh Indonesia terpantau stabil," katanya.

Sebelumnya, berbagai upaya terus dilakukan Kemendag dalam menjaga stabilisasi harga dan pasokan bahan pokok menjelang puasa dan Lebaran. Di antaranya berdialog dengan pelaku usaha, memfasilitasi MoU harga, membuat peraturan, hingga koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

"Semua ini bertujuan agar ibu-ibu dapat tersenyum menyambut puasa dan Lebaran, serta saudara-saudara umat muslim dapat semakin khusyuk beribadah tanpa beban pikiran karena kebutuhan bapok dapat dibeli dengan harga terjangkau dan stabil," pungkas Eva. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP